Pemetaan Tingkat Kerawanan Bencana Banjir Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process di Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
Abstract
Kecamatan Jatiasih merupakan wilayah yang sering mengalami banjir sehingga diperlukan pemetaan kerawanan sebagai dasar mitigasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis parameter kerawanan banjir, menentukan bobot parameter menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), serta memetakan tingkat kerawanan banjir berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif desktiptif dengan pendekatan analisis spasial menggunakan enam parameter, yaitu kemiringan lereng, curah hujan, jarak dari sungai, kerapatan drainase, jenis tanah, dan penggunaan lahan. Data diperoleh dari Digital Elevation Model (DEM), data curah hujan periode 2020–2025, Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI), data jenis tanah FAO/UNESCO, dan citra Sentinel-2B resolusi spasial 10 meter. Validasi dilakukan menggunakan 30 titik sampel penggunaan lahan dan 40 titik kejadian banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter jarak dari sungai memiliki bobot tertinggi sebesar 32,1%, diikuti curah hujan (25,0%), penggunaan lahan (16,3%), kerapatan drainase (13,7%), kemiringan lereng (8,6%), dan jenis tanah (4,3%). Hasil pemodelan menghasilkan lima kelas kerawanan banjir, yaitu sangat rendah (8%), rendah (20%), sedang (25%), tinggi (28%), dan sangat tinggi (19%). Validasi model memperoleh nilai Area Under the Curve (AUC) sebesar 0,80 (kategori baik), sehingga metode AHP mampu menghasilkan model pemetaan kerawanan banjir yang akurat untuk mendukung mitigasi banjir di Kecamatan Jatiasih.
Description
Finalisasi Repository/HASYIM Agustus 2026
