Pengaruh Gel Ekstrak Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.) terhadap Ekspresi TNF-α pada Tikus Periodontitis

Abstract

Periodontitis adalah penyakit inflamasi pada jaringan periodontal yang menyebabkan kerusakan struktur jaringan, termasuk resorpsi tulang alveolar dan kehilangan perlekatan gigi. Penyakit ini umumnya diakibatkan oleh bakteri di mulut yang menginfeksi jaringan pendukung gigi, seperti Porphyromonas gingivalis. TNF-α adalah sitokin proinflamasi yang mengatur respons imun dan berkontribusi pada inflamasi jaringan periodontal. Sitokin ini terlibat dalam destruksi jaringan periodontal dengan mengaktifkan sel inflamasi, meningkatkan mediator peradangan, dan dikaitkan dengan resorpsi tulang alveolar pada periodontitis. Peningkatan kadar TNF-α berkorelasi dengan keparahan penyakit periodontal dan melibatkan mekanisme fagosit seperti monosit dan makrofag dalam patogenesis infeksi. Kulit buah kakao telah diteliti memiliki berbagai komponen bioaktif, seperti polifenol, alkaloid, tanin dan saponin yang memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri, dan antiinflamasi. Polifenol dalam kulit kakao meliputi katekin, epitakin, proantosianidin, asam fenolat, dan berbagai flavonoid. Flavonoid, sebagai metabolit sekunder, memiliki banyak manfaat biologis antibakteri, antiinflamasi, antioksidan, antitumor, antiplatelet, dan antialergi serta membantu pertahanan tubuh melalui penangkalan radikal bebas, penekanan inflamasi, dan penghambatan mikroorganisme patogen. Jenis penelitian adalah eksperimental laboratoris dengan rancangan penelitian post-test only control group design. Penelitian ini menggunakan 24 ekor tikus yang dibagi menjadi 3 kelompok; kelompok kontrol negatif diberi gel plasebo (K-); kelompok kontrol positif diberi gel doksisiklin (K+); kelompok perlakuan diberi gel ekstrak kulit buah kakao (P), kemudian pada masing-masing kelompok akan dieutanasia setelah 7 dan 14 hari aplikasi gel plasebo, gel doksisiklin dan gel ekstrak kulit buah kakao. Setiap kelompokk terdiri dari 4 sampel kemudian dilakukan penghitungan jumlah makrofag yang mengekspresikan TNF-α. Hasil penelitian rerata jumlah TNF-α diuji normalitas Shapiro-wilk data tidak berdistribusi normal dilanjut uji homogenitas Levene Test data bersifat homogen. Dilakukan uji non-parametrik Kruskal-Wallis hasil terdapat perbedaan signifikan (p<0,05) sehingga dilanjutkan uji Post-hoc Mann Whitney. Hasil uji Post-hoc Mann Whitney ada perbedaan bermakna pada jumlah ekspresi TNF-α. Rata-rata jumlah ekspresi TNF-α pada kelompok perlakuan hari ke-7 dan ke-14 lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol negative (p<0,05). Rata-rata jumlah ekspresi TNF-α pada kelompok kontrol negatif lebih tinggi pada hari ke-7 dan ke-14 dari kelompok lainnya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian gel ekstrak kulit buah kakao (Theobroma cacao L.) 10% dapat menurunkan ekspresi TNF-α pada makrofag tikus periodontitis.

Description

Validasi file repositori 6 Agustus 2026_Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By