Gambaran Peran Penanggung Jawab Teknis dalam Penerapan Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik pada Cabang Penyalur Alat Kesehatan di Kabupaten Jember

Abstract

Alat kesehatan merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehatan yang mutu, keamanan, dan kemanfaatannya harus tetap terjaga hingga sampai kepada pengguna. Salah satu upaya untuk menjamin hal tersebut adalah melalui penerapan Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB). Namun, penerapan CDAKB pada cabang penyalur Alkes belum sepenuhnya optimal. Berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2024, masih terdapat 32 dari 103 cabang penyalur Alkes yang belum bersertifikat CDAKB. Kabupaten Jember merupakan salah satu daerah dengan jumlah cabang penyalur Alkes terbanyak di Provinsi Jawa Timur, yaitu sebanyak 17 cabang, dengan dua cabang yang telah beroperasi namun belum memiliki sertifikat CDAKB. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara ketentuan regulasi dan pelaksanaannya di tingkat operasional. Dalam penerapan CDAKB, Penanggung Jawab Teknis (PJT) memiliki peran strategis dalam menjamin terlaksananya sistem distribusi yang memenuhi persyaratan mutu, keamanan, dan kepatuhan terhadap regulasi. Meskipun demikian, penelitian yang secara khusus mengkaji peran PJT, terutama pada cabang penyalur Alkes yang telah dan belum bersertifikat CDAKB, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menggambarkan peran PJT dalam penerapan CDAKB pada cabang penyalur Alkes yang telah bersertifikat dan belum bersertifikat CDAKB di Kabupaten Jember. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan sistem yang berfokus pada elemen input dan process. Elemen input meliputi sumber daya manusia yang berfokus pada PJT, sedangkan elemen process mengkaji peran PJT berdasarkan fungsi manajemen planning, POAC. Penelitian dilakukan pada satu cabang penyalur Alkes yang belum bersertifikat CDAKB dan satu cabang yang telah bersertifikat CDAKB.

Description

Finalisasi oleh agus 6 Agustus 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By