Hubungan antara Asupan Zat Gizi Makro dan Mikro, Status Gizi, dan Pola Menstruasi, dengan Kejadian Anemia pada Santriwati
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi prevalensinya pada remaja putri, terutama di pondok pesantren. Remaja putri berisiko mengalami anemia akibat percepatan pertumbuhan, kehilangan darah saat menstruasi, rendahnya asupan zat gizi makro dan mikro, dan status gizi yang tidak seimbang. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Jember tahun 2024 menunjukkan prevalensi anemia pada remaja putri sebesar 41%, sedangkan di Pesantren Muhammadiyah Boarding School Jember memiliki prevalensi sebesar 28,5%. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara asupan zat gizi makro dan mikro, status gizi, dan pola menstruasi dengan kejadian anemia pada santriwati di Pesantren Muhammadiyah Boarding School Jember. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah seluruh santriwati kelas 7–12 sebanyak 94 orang yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Variabel independen meliputi asupan zat gizi makro dan mikro, status gizi (IMT/U), dan pola menstruasi, sedangkan variabel dependen adalah kejadian anemia. Data dikumpulkan menggunakan formulir Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) untuk mengetahui riwayat asupan makanan, timbangan digital dan stadiometer digital untuk pengukuran antropometri, kuesioner pola menstruasi untuk penilaian siklus dan durasi menstruasi, serta hemoglobinometer untuk pemeriksaan kadar hemoglobin. Hasil penelitian menunjukkan 29 santriwati (30,9%) mengalami anemia. Asupan energi (p=0,049), protein (p=0,000), zat besi (p=0,000), siklus menstruasi (p=0,000), dan durasi menstruasi (p=0,002) berhubungan dengan kejadian anemia. Sebaliknya, asupan karbohidrat (p=0,086), lemak (p=0,071), vitamin B12 (p=0,095), dan status gizi (p=0,162) tidak berhubungan dengan kejadian anemia. Dapat disimpulkan bahwa asupan energi, asupan protein, asupan zat besi, serta pola menstruasi berpotensi mengakibatkan kejadian anemia pada santriwati di Pesantren Muhammadiyah Boarding School Jember. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar pihak pesantren dapat mengoptimalkan Pos Kesehatan Pesantren untuk menyelenggarakan edukasi terkait pentingnya gizi seimbang dan pola menstruasi, serta pengadaan kantin sehat. Bagi pihak Puskesmas Tanggul diharapkan dapat berkolaborasi dengan pesantren untuk melakukan pemantauan kantin sehat. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengkaji faktor risiko anemia yang lain, seperti faktor inhibitor penyerapan zat besi.
Description
Finalisasi Rudy K
