Keputusan Thailand Bekerja Sama Dengan Sri Lanka dalam The Sri Lanka-Thailand Free Trade Agreement (SLTFTA)
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Perjanjian Perdagangan Bebas Sri Lanka–Thailand (SLTFTA) ditandatangani pada 3 Februari 2024, pada saat Sri Lanka sedang menghadapi krisis moneter dan telah menyatakan kebangkrutan nasional. Studi ini menganalisis alasan-alasan yang mendorong Thailand untuk melanjutkan kerja sama dalam SLTFTA, meskipun Sri Lanka sedang menghadapi kondisi ekonomi yang sulit. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif yang didasarkan pada data sekunder. Penelitian ini akan menganalisis teori liberalisme, konsep perdagangan bebas, dan konsep investasi langsung asing (FDI) dalam paradigma OLI (kepemilikan, lokasi, dan internalisasi). Temuan menunjukkan tiga motivasi utama: pertama, pencarian pasar, di mana Thailand berusaha meningkatkan aksesnya ke pasar Asia Selatan. Kedua, posisi strategis negara sebagai sumber tenaga kerja dan sumber daya alam dengan harga kompetitif telah menjadi alasan kunci dalam kelayakan ekonominya. Ketiga, sifat efisiensi lokasi Sri Lanka mendukung pengurangan biaya dan waktu pengiriman barang yang ditujukan ke Asia Selatan. Studi ini menyimpulkan bahwa partisipasi Thailand dalam SLTFTA didorong oleh pengejaran peluang ekonomi jangka panjang, dengan tujuan utama pencarian pasar, pencarian sumber daya, dan pencarian efisiensi.
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 05 Agustus 2026_Kholif Basri
