Karakterisasi Tanaman Padi BC3F1 Hasil Persilangan Tanaman Padi Varietas Inpari 32 dan Merah Wangi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Indonesia sebagai negara agraris sangat bergantung pada produksi padi,
tetapi tantangan seperti mutu beras yang rendah, produktivitas yang belum
optimal, dan keterbatasan varietas aromatik unggul menjadi masalah utama.
Varietas Inpari 32 dikenal dengan produktivitas tinggi, sedangkan Merah Wangi
memiliki keunggulan pada sifat aroma. Penggabungan kedua sifat tersebut
diharapkan menghasilkan varietas unggul beraroma dan berproduktivitas tinggi.
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan varietas padi Inpari 32 yang memiliki
produktivitas tinggi serta aroma khas melalui metode persilangan balik
(backcross) dengan varietas Merah Wangi sebagai donor sifat aromatik. Penelitian
dilakukan di lahan dan laboratorium UPA PLLT Universitas Jember. Sebanyak 70
tanaman BC3F1 ditanam dan dianalisis. Deteksi gen aroma dilakukan
menggunakan metode Marker Assisted Selection (MAS) dengan marka Bradbury
melalui teknik Polymerase Chain Reaction (PCR). Evaluasi agronomis dilakukan
terhadap karakter tinggi tanaman, jumlah anakan total dan produktif, umur
berbunga, panjang malai, jumlah gabah per malai, persentase gabah hampa, bobot
1000 gabah, dan bobot gabah per rumpun. Data dianalisis secara deskriptif dan
statistik (ragam dan nilai koefisien keragaman).
Hasil PCR menunjukkan 38 tanaman heterozigot dan 32 tanaman nonaromatik, dengan segregasi genotipe mengikuti hukum Mendel. Rata-rata karakter
agronomis tanaman BC3F1 menunjukkan kedekatan dengan recurrent parrent
(Inpari 32) yaitu tinggi tanaman 112 cm, umur berbunga 60 HST, jumlah gabah
per malai 165 butir, dan bobot 1000 gabah 26,8 gram. Beberapa karakter seperti
tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah gabah per malai, dan bobot gabah per
rumpun memiliki variabilitas sempit, menandakan tingkat keseragaman yang baik.
Sebaliknya, jumlah anakan total dan produktif, serta bobot 1000 gabah
menunjukkan keragaman yang luas. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan
introgresi gen aroma ke Inpari 32, namun diperlukan seleksi lanjutan untuk
memperoleh varietas aromatik yang memiliki genetik stabil dan unggul.
Description
Reupload File Repositori 3 Februari 2026_Rudi H/Ardi
