Integrasi Model Spasial Cellular Automata-Markov dan Regresi Logistik Pada Pemodelan Ekspansi Perkotaan di Kota Kediri

Abstract

Pesatnya kemajuan ekonomi di Kota Kediri dan yang diperkuat oleh perannya sebagai pusat pertumbuhan regional serta masifnya pembangunan infrastruktur telah memicu tekanan besar terhadap penggunaan ruang yang berujung pada ekspansi perkotaan yang signifikan. Fenomena alih fungsi lahan dari kawasan non-terbangun menjadi area terbangun ini melatar belakangi perlunya kajian mendalam untuk memetakan dinamika historis dan memproyeksikan perkembangan wilayah di masa depan guna menghindari degradasi lingkungan serta ketimpangan tata ruang. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan lahan selama periode 2004 hingga 2024, mengidentifikasi variabel spasial yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan lahan terbangun, serta menyusun simulasi perkembangan kota hingga dua dekade mendatang. Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif melalui integrasi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis dengan memanfaatkan data citra satelit Landsat lintas waktu (time series). Metode Maximum Likelihood Classification (MLC) digunakan untuk mengklasifikasikan kategori tutupan lahan, sementara Regresi Logistik Biner diterapkan untuk menguji signifikansi faktor-faktor pendorong spasial seperti kepadatan penduduk dan aksesibilitas. Sebagai langkah akhir, model Cellular Automata-Markov (CA-Markov) digunakan untuk mensimulasikan pola ekspansi lahan di masa mendatang berdasarkan aturan transisi yang telah divalidasi dengan tingkat akurasi yang tinggi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa selama periode 2004–2024 Area Terbangun di Kota Kediri mengalami peningkatan sebesar 381 ha dari 2.315 ha menjadi 2.696 ha yang diikuti oleh penurunan Area Bervegetasi sebesar 910 ha. Analisis regresi logistik biner menunjukkan bahwa jarak terhadap jalan utama dan jarak terhadap pusat kota merupakan faktor yang siginifikan terhadap peluang terjadinya perubahan tutupan lahan, di mana semakin jauh suatu lokasi dari jalan utama dan pusat kota maka peluang terjadinya konversi menjadi kawasan terbangun semakin kecil. Hasil pemodelan Cellular Automata–Markov (CA-Markov) memproyeksikan bahwa pada tahun 2044 Area Terbangun akan meningkat menjadi sekitar 2.953 ha atau 44,36% dari total luas wilayah Kota Kediri, sedangkan Area Bervegetasi diproyeksikan menurun menjadi 3.068 ha. Pola perkembangan kawasan terbangun diperkirakan masih mengikuti koridor jalan utama dan pusatpusat aktivitas perkotaan. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika perubahan tutupan lahan di Kota Kediri dipengaruhi oleh faktor aksesibilitas dan perkembangan wilayah perkotaan. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu memperkuat kebijakan pengendalian pemanfaatan ruang, khususnya pada kawasan yang masih didominasi vegetasi guna menjaga keseimbangan antara perkembangan kawasan perkotaan dan keberlanjutan fungsi ekologis wilayah.

Description

Validasi dan Finalisasi Repositori File 05 Agustus 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By