Analisis Mispricing pada Initial Public Offering (IPO) Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Abstract

Fenomena mispricing pada Initial Public Offering (IPO) masih sering terjadi di pasar modal Indonesia dan mencerminkan adanya ketidaksesuaian antara harga saham saat penawaran perdana dengan harga yang terbentuk pada hari pertama perdagangan di pasar sekunder. Kondisi ini menunjukkan bahwa harga saham IPO belum sepenuhnya mencerminkan nilai fundamental perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh reputasi underwriter, umur perusahaan, Return on Assets (ROA), Debt to Equity Ratio (DER), ukuran perusahaan, dan jenis sektor terhadap mispricing pada perusahaan yang melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2006–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kausalitas. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari prospektus dan laporan keuangan perusahaan. Populasi penelitian adalah seluruh perusahaan yang melakukan IPO di BEI periode 2006–2024, dengan pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda setelah memenuhi uji asumsi klasik. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah mispricing, sedangkan variabel independennya meliputi reputasi underwriter, umur perusahaan, ROA, DER, ukuran perusahaan, dan jenis sektor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA berpengaruh negatif signifikan terhadap mispricing, yang mengindikasikan bahwa perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang lebih tinggi cenderung mengalami tingkat mispricing yang lebih rendah. DER berpengaruh positif signifikan terhadap mispricing, sehingga semakin tinggi tingkat leverage perusahaan maka semakin besar potensi terjadinya mispricing. Selain itu, jenis sektor terbukti berpengaruh terhadap mispricing, dimana pengaruh signifikan ditemukan pada sektor properti dan real-estate. Sebaliknya, reputasi underwriter, umur perusahaan, ukuran perusahaan, serta sektor lainnya tidak berpengaruh signifikan terhadap mispricing. Temuan ini menunjukkan bahwa investor lebih mempertimbangkan informasi fundamental perusahaan, khususnya profitabilitas dan risiko keuangan, dibandingkan karakteristik perusahaan lainnya dalam menilai saham IPO.

Description

:: Finalisasi file repositori 5 Agustus 2026_Kurnadi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By