Upaya Tiongkok dalam Meningkatkan Pengaruhnya di Kawasan Sungai Mekong Melalui Kerjasama Lancang Mekong Cooperation
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Dalam dinamika Hubungan Internasional sekarang ini dimana globalisasi semakin pesat dalam perkembangannya, interdependensi antar negara semakin tidak terelakkan terutama dikarenakan semakin banyaknya isu yang tidak dapat diselesaikan sendiri oleh suatu negara, sehingga dibutuhkan suatu forum kerjasama dengan negara lain. Dalam hal kerjasama, organisasi internasional telah menjadi salah satu instrumen yang mewadahi negara-negara di dalamnya untuk berkoordinasi dan bekerjasama untuk mengelola berbagai isu yang dihadapi bersama, khususnya isu-isu yang menyangkut aspek penting dalam perkembangan suatu negara mulai dari ekonomi, keamanan, pembangunan dan juga lingkungan. Organisasi internasional juga berfungsi sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan bersama, mengurangi potensi terjadinya konflik, serta menjadi wadah untuk menciptakan suatu tatanan dan tata kelola yang berkelanjutan secara regional maupun ditingkat global. Melalui pembentukan organisasi dan dengan adanya norma dan hukum serta mekanisme kerjasama yang disepakati, memungkinkan negara-negara yang terlibat dengan kepentingan yang berbeda-beda dapat berdiskusi dan bernegosiasi untuk suatu kebijakan atau solusi untuk permasalahan permasalahan yang ada. Asia Tenggara menjadi salah satu kawasan yang menarik perhatian masyarakat global dikarenakan sumber daya alamnya yang melimpah, mulai dari hutan, pertanian, hingga sumber daya perairan. Salah satu sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat negara-negara dikawasan Asia tenggara yaitu sungai mekong. Sungai mekong menjadi sumber daya yang sangat penting karena merupakan sungai lintas batas negara terpanjang di Asia tenggara. Sungai ini mengalir melalui enam negara yang disebut sebagai negara riparian, diantaranya Tiongkok sebagai negara hulu, kemudian Myanmar, Laos, Thailand, Kamboja dan Vietnam sebagai negara hilir. Sungai ini menjadi penopang kehidupan jutaan masyarakat di negara-negara riparian khususnya yang tinggal di kawasan sungai tersebut. Hal ini dikarenakan sungai ini juga dimanfaatkan untuk kebutuhan energi, pertanian, transportasi dan perikanan.
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 05 Agustus 2026_Kholif Basri
