Eksplorasi Integrasi Animasi Stop Motion Dengan Modelling Based Inquiry Terhadap Pemahaman Konsep Siswa Materi Perpindahan Kalor

Abstract

Eksplorasi Integrasi Animasi Stop Motion dengan Modelling Based Inquiry terhadap Pemahaman Konsep Siswa Materi Perpindahan Kalor : Faidatul Masyruroh; 220210104037; 40 halaman; Program Studi Pendidikan IPA; Jurusan Pendidikan MIPA; Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember. Pemahaman konsep adalah sebuah aspek penting dalam pembelajaran IPA dikarenakan dapat membantu siswa dalam menghubungkan suatu fenomena yang diamati dengan konsep ilmiah yang mendasarinya. Salah satu materi yang masih mengalami kendala yaitu perpindahan kalor terutama konveksi. Hal ini dikarenakan bersifat abstrak dan sulit diamati secara langsung. Kondisi ini menyebabkan siswa cenderung mengahafal tanpa memahami proses ilmiah yang terjadi. Demikian, diperlukan pendekatan pembelajaran yang mampu memvisualisasikan konsep serta melibatkan siswa dalam aktivits ilmiah. Salah satu solusi yang dilakukan dengan mengintegrasikan animasi stop motion dengan modelling based inquiry agar konsep yang abstrak menjadi lebih mudah dipahami. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan proses pemahaman konsep siswa dan pemahaman konsep siswa setelah mengikuti pembelajaran IPA melalui integrasi animasi stop motion dengan modelling based inquiry pada materi perpindahan kalor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Maesan. Data dikumpulkan melalui LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik), wawancara tidak terstruktur, serta pre-test dan post-test. Analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, pengkodean, serta penarikan kesimpulan dengan validasi menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa berkembang secara bertahap pada setiap tahapan modelling based inquiry. Konsep yang muncul meliputi pengaruh kalor terhadap perubahan sifat fluida, perenggangan partikel, peningkatan suhu, serta mekanisme perpindahan kalor secara konveksi yang melibatkan pergerakan fluida akibat perbedaan massa jenis. Selain itu, siswa juga mampu mengaitkan hubungan antara pemanasan, perubahan suhu, dan pergerakan udara. Konsep yang muncul paling dominan yaitu pada tahap facilitating reexamination of phenomena atau tahap investigasi yaitu ketika siswa melakukan praktikum tabung konveksi sehingga dapat mengamati fenomena secara langsung, dan merevisi model awal berdasarkan data yang didapatkan. Pada tahap ini nonkonsep tidak ditemukan yang menunjukkan bahwa pemahaman siswa berada ditahap yang lebih kuat. Namun, pada tahap awal pembelajaran masih ditemukan jawaban yang belum sesuai sehingga menyimpulkan bahwa pemahaman konsep siswa masih berkembang dan memerlukan penguatan secara bertahap. Penggunaan animasi stop motion dalam medelling based inquiry dapat memudahkan siswa untuk memvisualisasikan konsep abstrak serta menghubungkan fenomena makroskopis dengan proses mikroskopis yang tidak daat diamati secara langsung. Hasil pre-test dan post-test juga menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep siswa yangdilihat dari jumlah jawaban yang benar maupun kualitas penjelasan yang lebih ilmiah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan penggunaan integrasi animasi stop motion dengan modelling based inquiry memberikan konstribusi positif dalam mengembangkan pemahaman konsep siswa pada materi perpindahan kalor. Pendekatan ini mampu memfasilitasi siswa dalam membangun, merevisi, dan mengkomunikasikan konsep secara lebih bermakna. Oleh karena itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif bagi guru dalam merancang pembelajaran IPA yang lebih inovatif, interaktif, dan berorientasi pada pengembangan pemahaman konsep siswa.

Description

Finalisasi Repository/HASYIM Agustus 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By