Evaluasi Dampak Lingkungan Pada Berbagai Proses Penyajian Kopi Di Indonesia
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Abstract
Evaluasi Dampak Lingkungan Pada Berbagai Proses Penyajian Kopi Di
Indonesia: Pradinda Yuanisa, 221710301043, 2026, 82 halaman, Fakultas
Teknologi Pertanian, Universitas Jember.
Majuma Caffe 575 merupakan salah satu caffe di Kabupaten Jember yang
menyajikan berbagai jenis kopi. Kedai kopi ini bergerak dibidang kuliner berupa
minuman kopi dengan jenis kopi utama yang digunakan berupa kopi arabica.
Penyajian kopi yang dianalisis pada kedai kopi ini berfokus pada kopi espresso,
kopi susu, dan kopi susu gula aren. Proses penyajian kopi ini mulai dari penerimaan
green bean, proses roasting, grinding, brewing, hingga proses pencampuran
(mixing) menjadi produk akhir. Proses tersebut dianalisis konsumsi energi dan
emisi yang dihasilkan sehingga mampu dianalisis terhadap dampak lingkungan
yang dihasilkan dari masing-masing proses. Analisis tersebut dilakukan
menggunakan metode Life Cycle Asssessment (LCA).
Tahapan pada metode Life Cycle Assessment (LCA) meliputi penentuan
tujuan dan ruang lingkup, Life Cycle Inventory (LCI), Life Cycle Impact Assessment
(LCIA), and interpretation. Penilaian dampak dilakukan menggunakan software
berupa OpenLCA dengan metode CML-2001 terhadap tiga kategori dampak berupa
Global Warming Potential (GWP), Acidification Potential (AP), dan
Eutrophication Potential (EP). Ruang lingkup penelitian ini hanya dibatasi pada
proses penyajian kopi espresso, kopi susu, dan kopi susu gula aren. Konsumsi
energi terbesar dibandingkan tahapan lainnya pada ketiga sajian kopi, yaitu sebesar
4.3x10-1 kWh pada proses roasting yang berasal dari penggunaan energi listrik dan
LPG pada suhu tinggi (200oC) selama 10 menit. Proses lain seperti proses grinding,
brewing, dan mixing memiliki konsumsi energi yang lebih rendah. Analisis emisi
menunjukkan bahwa gas CO₂ merupakan emisi terbesar pada ketiga penyajian kopi
yang dipengaruhi oleh LPG selama roasting, penggunaan listrik pada mesin, serta
emisi dari penggunaan susu dan gula aren.
Penilaian dampak lingkungan menunjukkan bahwa kopi susu gula aren
memiliki nilai Global Warming Potential (GWP) tertinggi sebesar 3.4×10-1 kg CO₂-
eq, diikuti kopi susu sebesar 3,3×10-1 kg CO₂-eq, sedangkan espresso memiliki nilai
1,7×10-1 kg CO₂-eq. Nilai Acidification Potential (AP) pada ketiga produk relatif
sama, yaitu 6,0×10-4 kg SO₂-eq, sedangkan Eutrophication Potential (EP) tertinggi
yaitu pada kopi susu gula aren sebesar 3,0×10-5 kg PO₄3—eq. Perbedaan tersebut
dipengaruhi oleh penggunaan susu dan gula aren yang meningkatkan emisi selama
proses produksinya. Berdasarkan hasil penelitian, rekomendasi perbaikan yang
dapat dilakukan yaitu melakukan penjadwalan penggunaan mesin roasting atau
melalui energy-efficient scheduling dan menggunakan alternatif susu almond
dengan dampak lingkungan lebih rendah serta peningkatan terhadap efisiensi
pengelolaan seperti penggunaan susu dan penyimpanan susu.
Description
Finalisasi Repository/HASYIM Agustus 2026
