Hubungan Konformitas Teman Sebaya dengan Kecurangan Akademik pada Mahasiswa Keperawatan
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 195 mahasiswa keperawatan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dipilih sebagai responden menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Variabel konformitas teman sebaya diukur menggunakan instrumen yang terdiri atas 63 pertanyaan, sedangkan variabel kecurangan akademik diukur menggunakan instrumen berjumlah 13 pertanyaan. Analisis univariat dilakukan untuk menggambarkan distribusi usia, jenis kelamin, tahun angkatan, tingkat konformitas teman sebaya, serta tingkat kecurangan akademik. Sementara itu, analisis bivariat dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s rho dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden, yakni 142 mahasiswa (72,8%) memiliki tingkat konformitas teman sebaya dalam kategori sedang. Tingkat kecurangan akademik pada sebagian besar responden juga berada pada kategori sedang, yakni sebanyak 116 mahasiswa (59,5%). Hasil analisis menggunakan uji Spearman's rho menunjukkan nilai p-value <0,001 dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,256. Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara konformitas teman sebaya dengan kecurangan akademik pada mahasiswa keperawatan. Hubungan yang terbentuk bersifat positif, yang berarti semakin tinggi tingkat konformitas teman sebaya, maka semakin tinggi pula perilaku kecurangan akademik pada mahasiswa keperawatan. Meskipun demikian, kekuatan hubungan termasuk dalam kategori lemah, artinya konformitas teman sebaya bukan merupakan satu-satunya faktor yang berkaitan dengan kecurangan akademik pada mahasiswa keperawatan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa konformitas teman sebaya memiliki keterkaitan terhadap munculnya perilaku kecurangan akademik pada mahasiswa keperawatan. Sementara itu, kekuatan hubungan yang lemah menunjukkan bahwa konformitas teman sebaya bukan satu satunya faktor yang berkaitan dengan kecurangan akademik, terdapat faktor lain yang turut berkontribusi terhadap munculnya perilaku kecurangan akademik. Faktor lain, seperti adanya kesempatan turut berkontribusi terhadap munculnya perilaku kecurangan akademik pada mahasiswa.
Description
Finalisasi 4 Agustus 2026_Yudi
