Model Discharge Planning Berbasis Self-Efficacy Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus Type 2 di RSD Dr.Soebandi Jember

Abstract

Pengelolaan pasien Diabetes Mellitus tipe 2 tidak hanya berfokus pada perawatan di rumah sakit, tetapi juga kesiapan pasien setelah pulang melalui proses discharge planning. Dalam kondisi penyakit kronis, pasien dituntut untuk mampu melakukan perawatan mandiri (self-care) guna menjaga stabilitas kondisi kesehatannya dalam jangka panjang. Salah satu faktor yang berperan penting dalam keberhasilan perawatan mandiri tersebut adalah self-efficacy atau keyakinan diri pasien dalam melakukan tindakan kesehatan. Tanpa self-efficacy yang baik, pasien cenderung mengalami kesulitan dalam menjalankan terapi dan mempertahankan perilaku kesehatan yang optimal. Tujuan utama adalah menganalisis pemodelan discharge planning berbasis self-efficacy dalam meningkatkan kualitas hidup pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di RSD dr. Soebandi Jember. Model yang dikembangkan menempatkan self-efficacy sebagai faktor utama yang memengaruhi kemampuan self-care pasien. Selain itu, self-care juga diposisikan sebagai variabel penting yang berperan dalam meningkatkan kualitas hidup. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai hubungan antar variabel dalam konteks perawatan pasien kronis. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain analitik dan metode Structural Equation Modeling – Partial Least Square (SEM-PLS) untuk menguji hubungan antar variabel. Variabel yang dikaji meliputi karakteristik pasien, faktor situasional, factor perawat, self-efficacy, diabetes self-care management, dan kualitas hidup pasien. Data dikumpulkan melalui instrumen kuesioner yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Sampel penelitian dipilih berdasarkan kriteria tertentu agar data yang diperoleh representatif. Hasil menunjukkan bahwa factor pasien, faktor situasional, serta pelaksanaan discharge planning berhubungan dengan self-efficacy pasien. Self-efficacy yang lebih baik terbukti berkontribusi dengan peningkatan kemampuan self-care pasien Diabetes Mellitus tipe 2. Selanjutnya, peningkatan self-care management memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas hidup pasien secara keseluruhan. Temuan ini memperlihatkan adanya hubungan yang saling terkait antar variabel dalam pemodelan yang dianalisis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemodelan discharge planning berbasis self-efficacy merupakan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kemampuan perawatan mandiri pasien Diabetes Mellitus tipe 2. Dengan meningkatnya self-efficacy, pasien menjadi lebih percaya diri dalam mengelola penyakitnya secara mandiri di rumah. Hal ini pada akhirnya berdampak pada peningkatan kualitas hidup pasien secara menyeluruh. Oleh karena itu, pemodelan ini dapat dijadikan acuan dalam praktik keperawatan untuk mendukung transisi perawatan dari rumah sakit ke rumah

Description

Validasi dan Finalisasi Repositori File 04 Agustus 2026_Kholif Basri

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By