Respon Tiga Varietas Bunga Kol (Brassica oleracea var. botrytis L.) terhadap Pemberian Stres Kekeringan pada Fase Pertumbuhan yang Berbeda di Dataran Rendah
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Bunga kol merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, namun
produktivitasnya di dataran rendah masih rendah akibat suhu tinggi dan
keterbatasan air. Percobaan ini bertujuan mengetahui pengaruh stres kekeringan,
varietas, dan interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil bunga kol di
dataran rendah. Percobaan dilaksanakan di Desa Bendelan, Kecamatan Arjasa,
Kabupaten Jember pada Januari–Mei 2026 menggunakan Rancangan Acak
Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah fase pemberian stres
kekeringan, yaitu K0 (kontrol), K1 (7–14 HST), K2 (30–37 HST), dan K3 (60–67
HST), sedangkan faktor kedua adalah varietas bunga kol yaitu PM 126 F1, PM 3000
F1, dan Kusuma F1. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan
uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil percobaan menunjukkan
bahwa interaksi stres kekeringan dan varietas tidak berpengaruh nyata terhadap
seluruh parameter. Stres kekeringan berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, luas
kanopi, panjang akar, berat basah tanaman, berat basah krop, dan diameter krop,
sedangkan varietas berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, luas daun, luas
kanopi, berat basah krop, dan diameter krop. Stres kekeringan pada fase
pembentukan krop (60–67 HST) merupakan fase paling sensitif, sedangkan varietas
dengan berat basah krop dan diameter krop tertinggi terdapat pada varietas PM
3000 F1.
Description
Validasi file repositori 4 Agustus 2026_Firli
