Optimasi Konsentrasi dan pH Kalium Hidrogen Ftalat pada Flow Injection Potentiometry dengan Double Series Cobalt Electrode untuk Analisis Kafein
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
Abstract
Optimasi Konsentrasi dan pH Kalium Hidrogen Ftalat pada Flow Injection
Potentiometry dengan Double Series Cobalt Electrode untuk Analisis Kafein;
Rahajeng Abigail Fapingala; 211810301063; 35 halaman; Jurusan Kimia Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember.
Analisis kafein diperlukan karena adanya batasan konsumsi harian yang
direkomendasikan. Metode analisis umum seperti spektrofotometri, HPLC, dan GC
telah digunakan, namun memiliki kelemahan yakni biaya instrumentasi mahal,
prosedur yang rumit dan kurang praktis. Metode potensiometri dikembangkan
sebagai alternatif karena lebih murah dan kurang terpengaruh oleh zat pengganggu.
Elektroda indikator merupakan komponen penting dalam potensiometri, salah
satunya elektroda berbasis kobalt yang diketahui memiliki potensi untuk
mendeteksi kafein terutama ketika disusun dalam konfigurasi double series yang
dapat meningkatkan sensitivitas. Sistem flow diterapkan guna mendukung kinerja
elektroda tersebut secara otomatis dan efisien dengan mengandalkan aliran larutan
pembawa untuk menghantarkan analit menuju detektor. Kondisi optimum larutan
pembawa yang meliputi konsentrasi dan pH Kalium Hidrogen Ftalat (KHP) untuk
analisis kafein menggunakan sistem double series cobalt electrode belum diketahui,
sehingga menjadi dasar dilakukan penelitian ini.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons elektroda kobalt
terhadap kafein menggunakan larutan pembawa KHP dan KHP+Fosfat,
menentukan konsentrasi dan pH optimum larutan pembawa KHP dan KHP+Fosfat,
serta mengetahui kinerja elektroda yang meliputi linear range, linearitas,
sensitivitas, LOD, LOQ, dan presisi pada kondisi optimum tersebut. Penelitian
dilakukan menggunakan sistem Flow Injection Potentiometry (FIP) dengan double
series cobalt electrode. Parameter laju alir dijaga konstan pada 2 mL/menit dan
volume injeksi 100 µL. Optimasi kondisi larutan pembawa KHP dilakukan dengan
memvariasikan konsentrasi 0,002 M hingga 0,004 M pada rentang pH 3 hingga 5,
diikuti optimasi konsentrasi fosfat 1x10-3 M hingga 1x10-7 M yang ditambahkan ke
larutan KHP optimum.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons elektroda kobalt lebih besar
saat menggunakan larutan pembawa KHP+Fosfat dengan beda potensial -41,37 mV
dibandingkan KHP saja dengan beda potensial-30,23 mV. Mekanisme ini diduga
terjadi karena ion fosfat membentuk lapisan kompleks kobalt-fosfat yang stabil di
permukaan elektroda, selanjutnya memfasilitasi pengikatan molekul kafein pada
situs koordinasi yang tersisa. Kondisi optimum larutan pembawa diperoleh pada
konsentrasi KHP 0,003 M pH 3,5 serta konsentrasi fosfat tambahan 1x10-4 M. Uji
kinerja menunjukkan bahwa kedua kondisi optimum menunjukkan linearitas sangat
baik (R²>0,99). Penambahan fosfat terbukti meningkatkan sensitivitas secara
signifikan, dari -4,0883 mV/dekade untuk KHP menjadi -6,1188 mV/dekade untuk
KHP+Fosfat. Sistem KHP saja memiliki limit deteksi (LOD) sebesar 1,18x10-6 M
dan limit kuantitasi (LOQ) sebesar 1,622x10-6 M yang lebih tinggi, dibandingkan
dengan sistem KHP+Fosfat yang memiliki LOD sebesar 1,105x10-6 M dan LOQ
sebesar 1,345x10-6 M. Hasil tersebut menunjukkan bahwa larutan pembawa
KHP+Fosfat lebih sensitif terhadap perubahan konsentrasi dan mampu mendeteksi
konsentrasi yang lebih rendah. Hasil presisi juga menunjukkan konsistensi kinerja
sistem. Larutan pembawa KHP menghasilkan rata-rata RSD sebesar 3,907%, lebih
besar dibandingkan KHP+Fosfat yang memiliki rata-rata RSD sebesar 1,7681%.
Dua nilai tersebut memenuhi syarat keberterimaan (<5%), namun nilai %RSD yang
lebih rendah pada sistem KHP+Fosfat mengindikasikan bahwa sistem ini memiliki
ketelitian pengukuran yang lebih baik dibandingkan sistem KHP.
Description
Finalisasi Repository Agustus 2026
