Rancang Bangun Sistem Monitoring Paparan Gas Belerang di Sekitar Kawah Ijen Menggunakan Sensor Gas MQ-136 dan Teknologi IoT
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Kawah Ijen merupakan kawasan wisata vulkanik aktif yang terkenal dengan
fenomena api biru (blue fire) dan aktivitas emisi gas belerang yang tinggi. Salah
satu gas yang dihasilkan adalah hidrogen sulfida (H₂S), yang dapat memberikan
dampak negatif terhadap kesehatan manusia apabila terpapar dalam konsentrasi
tertentu. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem monitoring yang mampu
melakukan pemantauan konsentrasi gas secara cepat, akurat, dan dapat diakses dari
jarak jauh. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun prototipe
sistem monitoring kualitas udara berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan
sensor MQ-136 dan ESP32. Sistem dirancang agar mampu mendeteksi konsentrasi
gas H₂S, mengolah data hasil pembacaan sensor, menampilkan informasi secara
lokal melalui OLED, menyimpan data hasil monitoring pada microSD, serta
mengirimkan informasi secara real-time melalui Telegram Bot.
Tahap penelitian diawali dengan perancangan perangkat keras yang terdiri
atas sensor MQ-136, ESP32, OLED SSD1306, modul microSD, dan sumber daya
sistem. Setelah proses perakitan selesai dilakukan, tahap berikutnya adalah
perancangan perangkat lunak yang meliputi program kalibrasi sensor dan program
monitoring gas. Sebelum digunakan untuk pengukuran lapangan, sensor MQ-136
dikalibrasi menggunakan metode clean air calibration untuk memperoleh nilai
resistansi referensi (Ro). Hasil kalibrasi menunjukkan nilai Ro sebesar 41,15 kΩ
yang selanjutnya digunakan sebagai parameter dalam perhitungan konsentrasi gas
H₂S. Sistem yang telah dikalibrasi kemudian diuji untuk memastikan seluruh
komponen bekerja sesuai dengan rancangan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa
sensor dapat mendeteksi perubahan konsentrasi gas, OLED mampu menampilkan
data hasil monitoring, microSD dapat menyimpan data secara otomatis, dan
Telegram Bot mampu mengirimkan informasi monitoring kepada pengguna
melalui jaringan internet.
Pengambilan data dilakukan secara langsung di Kawah Ijen dalam tiga sesi
pengamatan. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi gas H₂S
pada sesi pertama sebesar 48,82 ppm, kemudian menurun menjadi 43,09 ppm pada
sesi kedua, dan 32,97 ppm pada sesi ketiga. Penurunan konsentrasi gas tersebut
dipengaruhi oleh perubahan aktivitas emisi gas vulkanik, fenomena api biru (blue
fire), peningkatan suhu lingkungan, serta proses penyebaran gas oleh angin dan
turbulensi atmosfer pada pagi hari. Selama pengujian lapangan ditemukan beberapa
notifikasi Telegram yang tidak terkirim atau mengalami keterlambatan. Kondisi
tersebut disebabkan oleh ketidakstabilan koneksi internet dan keterbatasan respons
komunikasi antara ESP32 dan server Telegram. Meskipun demikian, seluruh data
hasil pengukuran tetap tersimpan pada microSD sehingga tidak terjadi kehilangan
data monitoring.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, sistem monitoring
kualitas udara berbasis IoT menggunakan sensor MQ-136 dan ESP32 berhasil
direalisasikan dan mampu menjalankan seluruh fungsi yang direncanakan. Sistem
dapat digunakan untuk memantau konsentrasi gas H₂S secara real-time, menyimpan
data hasil pengukuran, serta menyediakan akses monitoring jarak jauh melalui
Telegram Bot. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif
pengembangan sistem monitoring kualitas udara pada kawasan vulkanik,
khususnya di lingkungan Kawah Ijen.
Description
Validasi file repositori 4 Agustus 2026_Firli
