Perencanaan Peningkatan Jalan pada Akses Wisata Pantai Pangasan Kabupaten Pacitan
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Aksesibilitas jalan merupakan salah satu faktor penting yang mendukung pengembangan kawasan wisata karena berpengaruh terhadap aspek keselamatan, kenyamanan, dan mobilitas pengunjung. Jalan akses menuju Pantai Pangasan, Kabupaten Pacitan, memiliki lebar perkerasan sekitar 3,5–4,5 m dengan kondisi perkerasan yang bervariasi, yaitu perkerasan aspal dalam kondisi baik, perkerasan aspal rusak, serta beberapa segmen berupa perkerasan beton dan urugan kerikil. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya peningkatan jalan untuk meningkatkan tingkat pelayanan jalan sekaligus mendukung pengembangan kawasan wisata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merencanakan pelebaran jalan berdasarkan Pedoman Geometrik Jalan (PDGJ) 2021 serta peningkatan perkerasan lentur berdasarkan Pedoman Perkerasan Lentur 2013. Penelitian dilakukan pada trase jalan eksisting dengan panjang total 6,529 km. Analisis meliputi kebutuhan pelebaran jalan pada ruas lurus dan tikungan horizontal, evaluasi tanah dasar menggunakan data Dynamic Cone Penetrometer (DCP) yang dikonversi menjadi nilai California Bearing Ratio (CBR), analisis lalu lintas berdasarkan Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR), serta perencanaan tebal perkerasan berdasarkan adaptasi metode AASHTO 1993 yang tercantum dalam Pedoman Perkerasan Lentur 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur perkerasan baru yang direncanakan terdiri atas lapis aus Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) setebal 4 cm, lapis pondasi atas agregat Kelas A setebal 10 cm, dan lapis pondasi bawah agregat Kelas B setebal 15 cm. Struktur perkerasan baru diterapkan pada bagian pelebaran jalan, sedangkan penanganan perkerasan eksisting disesuaikan dengan kondisi visualnya. Perkerasan aspal dalam kondisi baik ditangani melalui perbaikan setempat yang dilanjutkan dengan pelapisan ulang (overlay) aspal setebal 4 cm, perkerasan aspal rusak direkonstruksi menggunakan struktur perkerasan yang direncanakan, sedangkan segmen dengan perkerasan beton dan urugan kerikil ditingkatkan melalui pembangunan struktur perkerasan lentur baru di atas perkerasan eksisting. Evaluasi pelebaran jalan menunjukkan bahwa 60 dari 65 ruas lurus (92,42%) dan 40 dari 48 tikungan horizontal (83,33%) telah memenuhi kriteria pelebaran yang dipersyaratkan. Adapun ruas yang belum dapat memenuhi standar secara penuh disebabkan oleh keterbatasan ruang milik jalan, kondisi lereng yang curam, dan keberadaan jurang, sehingga direkomendasikan pemasangan fasilitas keselamatan jalan sebagai langkah mitigasi. Dengan demikian, perencanaan pelebaran jalan dan perkerasan lentur yang diusulkan mampu meningkatkan tingkat pelayanan jalan akses menuju Pantai Pangasan dengan tetap mempertimbangkan trase jalan eksisting serta kendala kondisi lapangan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi teknis dalam peningkatan aksesibilitas jalan menuju kawasan wisata dengan kondisi topografi yang serupa.
Description
Validasi file repositori 4 Agustus 2026_Firli
