Preferensi Oviposisi Plutella xylostella L. (Lepodoptera: Plutellidae) pada Beberapa Tanaman Atraktan dan Repelen
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS PERTANIAN
Abstract
P. xylostella L. merupakan salah satu hama utama pada tanaman famili
Brassicaceae yang dapat menyebabkan kerugian hasil yang signifikan.
Pengendalian hama ini umumnya masih bergantung pada pestisida sintetis yang
berpotensi menimbulkan resistensi dan dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh
karena itu, diperlukan alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan melalui
pendekatan ekologis, salah satunya dengan memanfaatkan tanaman atraktan dan
repelan dalam konsep trap crop. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
perbedaan preferensi oviposisi P. xylostella pada beberapa jenis tanaman, serta
mengidentifikasi tanaman yang berperan sebagai atraktan dan repelan.
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Agrofarmaka Fakultas Pertanian
Universitas Jember menggunakan metode eksperimen dengan uji pilihan (choice
test) dalam rancangan acak lengkap (RAL) faktor tunggal. Tanaman yang
digunakan terdiri dari kale sebagai kontrol, tanaman atraktan (pakcoy, kembang
kol, dan kailan), serta tanaman repelan (Turnera subulata, kenikir, dan seledri).
Pengamatan dilakukan terhadap jumlah telur dan jumlah koloni telur selama 5 hari.
Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan serta uji
T pada taraf kepercayaan 95%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata preferensi
oviposisi P. xylostella pada tanaman uji. Tanaman kale memiliki jumlah telur dan
koloni tertinggi, diikuti oleh tanaman atraktan seperti pakcoy, kailan, dan kembang
kol. Sementara itu, tanaman repelan seperti Turnera subulata, kenikir, dan seledri
tidak menunjukkan adanya aktivitas oviposisi. Hal ini menunjukkan bahwa pakcoy
merupakan tanaman atraktan yang paling disukai setelah kale, sedangkan ketiga
tanaman repelan efektif menghambat peletakan telur.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa preferensi oviposisi P.
xylostella dipengaruhi oleh jenis tanaman, di mana tanaman atraktan dapat
meningkatkan daya tarik oviposisi, sedangkan tanaman repelan mampu
menghambat aktivitas tersebut. Hasil ini berpotensi diterapkan dalam strategi
pengendalian hama terpadu yang ramah lingkungan melalui sistem trap crop.
Strategi menggunakan tanaman atraktan dan repelan juga berperan dalam
Sustainable Development Goals (SDGs) di bidang pertanian, diataranya yaitu SDG
2 (Zero hunger), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), SDG 13
(Climate Action) dan SDG 15 (Life on Land). SDG 2 dapat mengurangi kehilangan
hasil panen akibat serangan hama, meningkatkan produktivitas pertanian secara
berkeanjutan, dan mendukung ketahanan pangan melalui oengendalian hama ramah
lingkungan. SGD 12 dapat mengurangi ketergantungan terhadap pestisida
sintetis,menurunkan residu kimia pada produk pertanian, dan mendorong praktik
yang lebih ramah lingkungan. SGD 13 dapat mengurangi emisi karbon yang berasal
dari produksi dan penggunaan pestisida kimia dan meningkatkan ketahanan
agroekosistem terhadap perubahan iklim melalui kenekaragaman tanaman. SDG 15
dapat melestarikan keanekaragaman hayati di lahan pertanian, menjaga populasi
musuh alami seperti parasitoid, predator, dan penyerbuk, dan mengurangi dampak
negative pestisidaterhadap organisme non-target. Adaengan begitu, penggunaan
tanaman atraktan dan repelan sangat berperan dalam Sustainable Development
Goals (SDGs).
Description
Finalisasi Hasyim/Agustus 2026
