Analisis Dinamika Penyebaran DbBDDengan Menggunakan Strategi Pengendalian Wolbachia
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
Abstract
Analisis Dinamika Penyebaran DBD dengan Strategi Pengendalian Wolbachia;
Novi Isnaini Rohmawati; 221810101063; 2026; 34 Halaman; Jurusan Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember.
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman
kesehatan masyarakat yang serius, khususnya di daerah perkotaan dengan tingkat
kepadatan penduduk yang tinggi seperti Kota Yogyakarta. Upaya pengendalian
konvensional seperti penggunaan insektisida sering kali kurang efektif dan berisiko
memicu resistensi pada nyamuk. Oleh karena itu, intervensi biologis berupa
pelepasan nyamuk pembawa bakteri Wolbachia diterapkan karena terbukti mampu
menekan replikasi dan kemampuan transmisi virus dengue dalam tubuh nyamuk.
Model matematika yang digunakan untuk menggambarkan penyebaran penyakit di
Kota Yogyakarta adalah model SIRD-SIW. Model ini digunakan untuk
membandingkan dinamika penularan pada kondisi dengan dan tanpa adanya
Wolbachia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak jangka panjang dari
strategi pelepasan nyamuk Wolbachia terhadap penurunan jumlah kasus infeksi dan
kematian akibat DBD.
Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini memasukkan intervensi
Wolbachia ke dalam sistem persamaan diferensial tak linier guna menekan laju
transmisi virus dari nyamuk ke manusia. Analisis dinamika penyebaran penyakit
DBD dilakukan dengan menganalisis titik kesetimbangan bebas penyakit dan
endemik, perhitungan bilangan reproduksi dasar, serta simulasi numerik
menggunakan metode Rungge-Kutta Orde 4 dengan Software Phyton. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa dinamika penyebaran penyakit besifat endemik
dengan nilai 𝑅0 > 1. Nilai tersebut menunjukkan bahwa jika terdapat satu individu
terinfeksi maka individu tersebut berpotensi menularkan penyakit kepada lebih dari
satuindividu rentan, sehingga epidemi akan terus berlanjut.
Hasil simulasi menunjukkan bahwa tujuh kompartemen mengalami
penurunan dan peningkatan selama rentang waktu 6 tahun pengamatan. Pada
populasi manusia, kurva individu rentan menunjukkan tren penurunan seiring
berjalannya waktu, sementara kurva individu terinfeksi berhasil ditekan secara
signifikan hingga mengalami penurunan menuju angka yang cukup rendah setelah
melewati puncak epidemi di awal tahun pengamatan. Penurunan ini berbanding lurus
dengan peningkatan tajam pada kurva individu yang sembuh. Kurva sembuh
bergerak naik secara konsisten menunjukkan pemulihan yang optimal, sementara
pada individu yang meninggal akibat infeksi, kurva bergerak naik dengan skala kecil.
Di sisi lain, dinamika pada popuasi nyamuk memperlihatkan bahwa
pelepasan intervensi Wolbachia menyebabkan kurva nyamuk Wolbachia mengalami
peningkatan yang hampir bisa mendominasi total populasi nyamuk di lingkungan.
Dampak dari dominasi Wolbachia secara langsung menekan kurva nyamuk pembawa
dengue menuju titik rendah setelah adanya pelepasan Wolbachia. Sedangkan pada
populasi nyamuk rentan, kurvanya mengalami peningkatan yang optimal selama 6
tahun pengamatan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pelepasan
nyamuk ber-Wolbachia di Kota Yogyakarta terbukti efektif dan berkelanjutan dalam
menekan penyebaran DBD karena mampu mendesak populasi nyamuk pembawa
virus. Penurunan nyamuk dengue ini secara langsung juga menurunkan jumlah kasus
infeksi dan menjaga angka kematian individu pada tingkat minimal, sekaligus
meningkatkan jumlah populasi yang sembuh
Description
Finalisasi Hasyim/Agustus 2026
