Determinan Kejadian Tuberkulosis (TB) Kambuh di Kabupaten Situbondo Tahun 2021-2025
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Tuberkulosis (TB) kambuh masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat karena meningkatkan morbiditas, mortalitas, risiko resistensi obat anti tuberkulosis (OAT), serta memperpanjang durasi pengobatan. Kabupaten Situbondo mencatat 105 kasus TB kambuh selama periode 2021–2025 sehingga diperlukan identifikasi faktor-faktor yang berperan terhadap terjadinya kekambuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kejadian tuberkulosis kambuh di Kabupaten Situbondo tahun 2021–2025. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain case-control menggunakan data sekunder dari Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Sampel penelitian berjumlah 303 responden yang terdiri atas 101 kasus TB kambuh dan 202 kontrol dengan rasio 1:2. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, pekerjaan, riwayat penyakit penyerta, dan riwayat kontak TB. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik berganda. Penelitian telah memperoleh persetujuan etik Nomor 634/KEPK/FKM-UNEJ/IV/2026. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pekerjaan berhubungan signifikan dengan kejadian TB kambuh (p=0,018; OR=0,52; 95%CI=0,30–0,90), sedangkan usia (p=0,081), jenis kelamin (p=0,215), riwayat penyakit penyerta (p=0,461), dan riwayat kontak TB (p=0,655) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Analisis multivariat menunjukkan bahwa jenis kelamin (aPOR=2,08; 95%CI=1,16–3,74) dan pekerjaan (aPOR=0,36; 95%CI=0,19–0,67) merupakan determinan kejadian TB kambuh. Disimpulkan bahwa jenis kelamin dan pekerjaan merupakan determinan TB kambuh di Kabupaten Situbondo. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pemantauan pasca-pengobatan, edukasi kesehatan, serta intervensi yang berfokus pada kelompok berisiko untuk mencegah terjadinya kekambuhan TB.
Description
Finalisasi oleh agus 4 Agustus 2026
