Respon Pertumbuhan Tebu Mutan Ratoon Satu terhadap Aplikasi Pupuk Organik Cair Kulit Nanas

Abstract

Penurunan pertumbuhan pada tebu ratoon satu menjadi salah satu kendala dalam mempertahankan produktivitas tanaman akibat menurunnya kualitas tanah dan efisiensi penyerapan unsur hara setelah panen pertama. Aplikasi pupuk organik cair (POC) kulit nanas yang mengandung unsur hara dan senyawa bioaktif hasil fermentasi berpotensi berperan sebagai biostimulan untuk meningkatkan aktivitas fisiologis tanaman, sedangkan perbedaan karakter genetik genotipe tebu mutan diduga menyebabkan respon pertumbuhan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon interaksi antara genotipe tebu mutan dan aplikasi POC kulit nanas, serta mengetahui respon masing-masing faktor terhadap pertumbuhan tebu ratoon satu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 hingga Mei 2026 di Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dua faktor, yaitu empat genotipe tebu (Bululawang, M2, M3, dan M4) serta empat konsentrasi POC kulit nanas (0, 10, 20, dan 30 ml/L) yang diulang empat kali. Variabel yang diamati meliputi kerapatan stomata, total klorofil daun, jumlah anakan, tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah ruas. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan adanya respon interaksi antara genotipe tebu mutan dan aplikasi POC kulit nanas terhadap total klorofil daun, jumlah anakan, tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah ruas, sedangkan kerapatan stomata hanya dipengaruhi oleh faktor genotipe. Aplikasi POC kulit nanas konsentrasi 20 ml/L memberikan respon terbaik terhadap peningkatan total klorofil daun, tinggi tanaman, dan diameter batang, sedangkan konsentrasi 30 ml/L memberikan respon terbaik terhadap jumlah anakan dan jumlah ruas. Genotipe M2 dan M3 menunjukkan respon pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan genotipe lainnya pada sebagian besar parameter pengamatan. Dengan demikian, respon pertumbuhan tebu ratoon satu ditentukan oleh respon interaksi antara aplikasi POC kulit nanas sebagai biostimulan dan karakter genetik tebu mutan.

Description

Validasi dan Finalisasi Repositori File 31 Juli 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By