Efek Ekstrak Bubuk Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Terhadap Kadar Bone Alkaline Phosphatase pada Fase Retensi Ortohonti
Loading...
Files
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran Gigi
Abstract
Latar belakang. Maloklusi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan
mulut yang prevalensinya masih tinggi di Indonesia sehingga memerlukan
perawatan ortodonti. Pada fase retensi ortodonti, stabilitas posisi gigi sangat
dipengaruhi oleh proses remodeling tulang alveolar. Bone Alkaline Phosphatase
(BALP) merupakan biomarker pembentukan tulang yang berperan penting dalam
fase ini. Kakao (Theobroma cacao L.) diketahui mengandung senyawa bioaktif
yang berpotensi mendukung osteoblas dan pembentukan tulang. Tujuan. Penelitian
ini bertujuan untuk membuktikan efek ekstrak bubuk biji kakao (Theobroma cacao
L.) terhadap peningkatan kadar bone alkaline phosphatase pada fase retensi
ortodonti pada model tikus Metode. Metode yang digunakan adalah metode
eksperimental laboratoris dengan rancangan post-test only control group design
menggunakan 24 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu
kelompok kontrol dan perlakuan pada hari ke-3, ke-7, dan ke-14. Kelompok
perlakuan diberikan ekstrak bubuk biji kakao dosis 250 mg/kgBB secara oral.
Pengukuran kadar BALP dilakukan menggunakan metode ELISA. Hasil. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kadar BALP pada kelompok perlakuan lebih tinggi
dibandingkan kelompok kontrol pada seluruh waktu pengamatan, dengan
perbedaan statistik secara statistik pada hari ke-7 (p<0,05). Pada hari ke-3 dan ke14 tidak ditemukan perbedaan statistik. Kesimpulan. Pemberian ekstrak bubuk biji
kakao (Theobroma cacao L.) dosis 250 mg/kgBB selama fase retensi ortodonti
terbukti meningkatkan kadar Bone Alkaline Phosphatase (BALP). Peningkatan
kadar BALP ini terjadi secara optimal dan signifikan secara statistik pada hari ke-7
pengamatan (p<0,05) yang mencerminkan fase aktif pembentukan tulang alveolar
di daerah tarikan. Sebaliknya, pada hari ke-3 dan ke-14, perbedaan kadar BALP
antar kelompok perlakuan dan kontrol tidak signifikan secara statistik akibat fase
adaptasi biologis post retensi. Dengan demikian, ekstrak bubuk kakao berpotensi
memperkuat proses remodeling tulang alveolar untuk menjaga stabilitas posisi gigi
dan mencegah relaps.
Description
Validasi file repositori 31 Juli 2026_Firli
