Distribusi Aluminium Dan Kandungan Klorofil Tanaman Padi Hitam Pada Kondisi Cekaman Aluminium
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS PERTANIAN
Abstract
Padi hitam (Oryza sativa L.) merupakan salah satu komoditas pangan lokal
yang memiliki keunggulan berupa kandungan antosianin dan senyawa bioaktif yang
bermanfaat bagi kesehatan. Meskipun demikian, pengembangan padi hitam masih
menghadapi berbagai kendala, terutama pada lahan masam yang banyak dijumpai
di Indonesia. Pada kondisi tersebut, aluminium berubah menjadi bentuk Al³⁺ yang
bersifat toksik dan mudah diserap oleh akar tanaman. Keberadaan ion tersebut dapat
menghambat pertumbuhan tanaman melalui gangguan pada sistem perakaran,
penyerapan unsur hara, serta proses fotosintesis. Informasi mengenai pola distribusi
aluminium di dalam jaringan tanaman dan hubungannya dengan perubahan
fisiologis, khususnya kandungan klorofil, masih terbatas pada padi hitam. Oleh
karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh cekaman aluminium
terhadap distribusi aluminium pada akar serta kandungan klorofil beberapa varietas
padi hitam pada fase vegetatif.
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pelayanan Unit Penunjang
Akademik Pengolahan Limbah dan Laboratorium Terpadu Universitas Jember pada
periode November 2025 hingga Juni 2026. Bahan tanaman yang digunakan terdiri
atas tiga varietas padi hitam lokal, yaitu Karekan Banjarnegara, Baki Barat, dan
Sanggali yang dibudidayakan menggunakan sistem hidroponik. Perlakuan yang
diberikan berupa aluminium dengan konsentrasi 0 ppm sebagai kontrol dan 30 ppm
sebagai perlakuan cekaman menggunakan AlCl₃·6H₂O selama 14 hari. Pengamatan
dilakukan terhadap panjang akar, tinggi tanaman, kandungan klorofil, distribusi
aluminium pada akar menggunakan metode µ X-Ray Fluorescence (µ-XRF), serta
perubahan anatomi akar menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Data
kuantitatif dianalisis menggunakan uji Independent Sample t-test pada taraf
kepercayaan 95%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian aluminium 30 ppm belum
memberikan pengaruh nyata terhadap panjang akar, meskipun seluruh varietas
memperlihatkan kecenderungan penurunan dibandingkan tanaman kontrol.
Sebaliknya, tinggi tanaman dan kandungan klorofil mengalami penurunan yang
nyata pada seluruh varietas akibat cekaman aluminium. Analisis µ-XRF
memperlihatkan bahwa aluminium lebih banyak terakumulasi pada jaringan akar
tanaman yang diberi perlakuan dibandingkan kontrol dengan pola penyebaran yang
berbeda pada setiap varietas, dengan Varietas Baki Barat yang memiliki kandungan
Al tertinggi. Hasil pengamatan SEM juga menunjukkan adanya perubahan struktur
anatomi akar berupa penebalan dinding sel, penyempitan rongga aerenkim,
perubahan bentuk jaringan pembuluh, serta kerusakan pada bagian ujung akar.
Perbedaan tingkat akumulasi aluminium dan tingkat kerusakan jaringan
mengindikasikan bahwa masing-masing varietas memiliki kemampuan toleransi
yang berbeda terhadap cekaman aluminium.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa cekaman aluminium
pada konsentrasi 30 ppm memengaruhi pertumbuhan dan kondisi fisiologis
tanaman padi hitam melalui peningkatan akumulasi aluminium pada jaringan akar.
Akumulasi tersebut diikuti oleh perubahan struktur anatomi akar yang berpotensi
menghambat penyerapan air dan unsur hara serta menurunkan kandungan klorofil.
Variasi respons yang ditunjukkan oleh ketiga varietas menunjukkan adanya
perbedaan tingkat toleransi terhadap toksisitas aluminium. Hasil penelitian ini
diharapkan dapat menjadi informasi ilmiah yang mendukung upaya pemuliaan
maupun pengembangan varietas padi hitam yang lebih adaptif pada lahan masam.
Description
Finalisasi Hasyim/Agustus 2026
