Sistem Rekomendasi Destinasi Wisata Berbasis Web Terintegrasi Rute Trans Jogja Menggunakan Metodologi CRISP-DM dan Algoritma Estimasi ETA
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer
Abstract
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat 38.030.739 perjalanan
wisatawan nusantara pada tahun 2024 dan 1.459.542 kunjungan selama libur
Lebaran 2025, menjadikannya salah satu destinasi wisata terbesar di Indonesia.
Trans Jogja sebagai layanan bus rapid transit dengan 20 koridor, 273 halte yang
beroperasi, dan 119 unit armada mengalami pertumbuhan penumpang sebesar
19,6% dari 24.549 menjadi 29.368 penumpang per hari antara 2024 dan 2025.
Meski demikian, wisatawan masih kesulitan menghubungkan informasi destinasi
wisata, halte terdekat, koridor yang tersedia, dan estimasi waktu perjalanan secara
mandiri untuk menyusun rencana kunjungan yang realistis.
Penelitian ini bertujuan: (1) merancang dan membangun sistem
rekomendasi destinasi wisata berbasis web yang mengintegrasikan data destinasi,
halte, rute Trans Jogja, dan estimasi ETA; (2) menerapkan metodologi CRISP-DM
pada seluruh tahap pengembangan; dan (3) membangun model ETA berbasis data
historis jadwal hasil scraping Moovit sebagai dasar rekomendasi perjalanan wisata.
Metode yang digunakan adalah CRISP-DM (Cross-Industry Standard
Process for Data Mining) yang mencakup enam tahap: business understanding, data
understanding, data preparation, modeling, evaluation, dan deployment. Dataset
yang digunakan meliputi 480 destinasi wisata, 273 halte kanonikal dari file KML
resmi Trans Jogja, dan 31.150 entri jadwal hasil scraping Moovit. Model ETA
dibangun menggunakan lookup table berbasis segmen antarhalte dengan Bayesian
smoothing. Grid search 5-Fold Cross Validation terhadap 180 kombinasi parameter
digunakan untuk memilih konfigurasi optimal. Mekanisme rekomendasi
menggunakan weighted ranking enam faktor: ETA total (0,35), jarak berjalan kaki
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
(0,20), jumlah transit (0,20), margin jam operasional (0,10), rating (0,10), dan
popularitas (0,05).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi optimal (bin_size = 120
menit, K = 1,0, min_bin_n = 3) menghasilkan MAE 0,117 menit (≈ 7 detik) dan
RMSE 0,779 menit pada data validasi. Nilai MAE ini jauh melampaui target
keberhasilan yang ditetapkan (< 5 menit). Konsistensi antara CV RMSE (0,7951)
dan hold-out RMSE (0,7787) membuktikan bahwa model tidak mengalami
overfitting. Dari 480 POI yang tersedia, 144 destinasi (30,0%) lolos sebagai
kandidat aktif setelah penyaringan radius, kategori, dan exclusion pattern.
Pengujian pada empat skenario (Malioboro umum, Malioboro budaya, Terminal
Jombor keluarga, Bandara Adisutjipto umum) menghasilkan total 48 rekomendasi
yang seluruhnya valid—semua smoke test lulus (4/4 PASS). Seluruh 48
rekomendasi berstatus buka pada estimasi waktu kedatangan dan memiliki rute bus
atau opsi jalan kaki yang valid.
Validasi oleh Dinas Perhubungan DIY mengonfirmasi akurasi data rute dan
halte yang digunakan, mengapresiasi penerapan model prediksi waktu berbasis
Bayesian smoothing, dan menyatakan rencana konkret untuk mengintegrasikan
sistem ini dengan platform Jogja Travel Pass—sebuah platform pembelian tiket
wisata Yogyakarta secara online dalam sistem paket yang dikelola Dishub DIY.
Validasi oleh masyarakat Yogyakarta dan wisatawan menunjukkan antarmuka yang
dinilai simpel, praktis, dan mudah dipahami, dengan rekomendasi yang dinilai
wajar dan komprehensif serta sistem secara keseluruhan dinyatakan siap pakai.
Penelitian ini membuktikan bahwa data publik sekunder dataset destinasi
wisata, file KML resmi Trans Jogja, dan jadwal hasil scraping dapat dipadukan
untuk membangun sistem rekomendasi wisata yang operasional dan presisi tanpa
memerlukan infrastruktur data real-time, sekaligus membuka peluang replikasi
pendekatan ini pada daerah lain dengan layanan BRT yang belum memiliki API
real-time.
Description
Validasi file repositori 31 Juli 2026_Firli
