Pemaknaan Tubuh dan Identitas Mahasiswi Jember Pasca Body Shaming dalam Budaya Populer

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami pengalaman body shaming pada mahasiswi serta kaitannya dengan pemaknaan tubuh dan pembentukan identitas diri. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian terdiri atas tujuh mahasiswi berusia 20–22 tahun dari Universitas Jember, Universitas Muhammadiyah Jember, dan Politeknik Negeri Jember yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan analisis data kualitatif dengan perspektif postfeminism Angela McRobbie. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman body shaming dialami dalam bentuk verbal dan non-verbal yang berlangsung dalam lingkungan keluarga maupun pertemanan. Pengalaman tersebut mendorong mahasiswi melakukan pengelolaan tubuh melalui pengaturan pola makan, olahraga, perawatan wajah dan tubuh, penggunaan makeup, serta penyesuaian cara berpakaian. Pengelolaan tubuh dimaknai sebagai bentuk perhatian, penghargaan, dan kepedulian pada diri sendiri sekaligus menjadi proses membangun kembali rasa percaya diri. Pembentukan identitas diri terlihat melalui meningkatnya kepercayaan diri, penerimaan diri, serta kemampuan menghadapi penilaian mengenai tubuh dengan sikap yang lebih tenang. Temuan penelitian juga memperlihatkan bahwa berbagai bentuk pengelolaan tubuh masih berkaitan dengan standar kecantikan yang berkembang dalam budaya populer sehingga perubahan yang dilakukan mahasiswi belum sepenuhnya terlepas dari nilai-nilai kecantikan yang terus direproduksi dalam kehidupan sosial.

Description

:: Finalisasi file repositori 31 Juli 2026_Kurnadi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By