dc.description.abstract | Temulawak merupakan tanaman obat alami dengan bagian yang dimanfaatkan adalah rimpangnya. Temulawak memerlukan penanganan pascapanen yang dapat mempertahankan umur simpannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengolahnya menjadi minuman serbuk instan dengan metode kristalisasi. Metode kristalisasi merupakan salah satu metode konvensional dengan bantuan gula atau sukrosa yang berfungsi sebagai pemanis dan sebagai agen kristalisasi yang dapat mempengaruhi kecepatan rekristalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisikokimia serbuk instan temulawak yang dihasilkan dari metode kristalisasi dan mengetahui konsentrasi gula terbaik terhadap karakteristik serbuk instan yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktorial yaitu konsentrasi gula yang berbeda (40%, 50% dan 60%). Serbuk temulawak yang telah dihaluskan kemudian diayak dengan ayakan tyler lolos 60 mesh. Serbuk instan temulawak kemudian akan dilakukan pengukuran karakteristik fisikokimia dan dilakukan analisis data statistik. Analisis data yang digunakan adalah uji ANOVA dan dilanjutkan uji duncan, serta uji skoring. Konsentrasi gula yang berbeda berpengaruh pada parameter kadar air, derajat kehalusan (FM), rata-rata butiran (D), tingkat kemerahan (a), tingkat kekuningan (b), daya serap air dan rendemen. Hasil karakteristik fisikokimia serbuk instan temulawak menghasilkan nilai kadar air berkisar antara 2,14 - 2,72%; nilai FM berkisar antara 1,39 – 2,05; nilai D berkisar antara 0,011 – 0,017 mm; nilai tingkat kecerahan berkisar antara 74,49 – 77,43; nilai tingkat kemerahan berkisar antara 29,52 – 31,16; nilai tingkat kekuningan berkisar antara 67,56 – 69,92; nilai densitas curah berkisar antara 0,478 – 0,495 g/cm³; nilai daya serap air berkisar antara 7,74 – 9,01% dan nilai rendemen berkisar antara 36,07 – 50,99%. Formulasi konsentrasi gula yang berbeda yang paling optimal yaitu pada formulasi perlakuan dengan konsentrasi gula 40%. | en_US |