Show simple item record

dc.contributor.authorPRAKOSO, Yohanes Deux Adi
dc.date.accessioned2025-03-13T02:57:30Z
dc.date.available2025-03-13T02:57:30Z
dc.date.issued2024-07-15
dc.identifier.nim191710101052en_US
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/xmlui/handle/123456789/125713
dc.descriptionFinalisasi unggah file repositori tanggal 13 Maret 2025_Kurnadien_US
dc.description.abstractSalah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi pemakaian plastik konvensional serta limbah kulit buah naga yang belum dimanfaatkan dengan baik adalah dengan pengembangan edible film. Edible film adalah lapisan tipis yang dapat dimakan. Edible film dari ekstrak kulit kulit buah naga memiliki kelarutan tinggi tetapi lemah pada sifat mekaniknya, sehingga dapat dikombinasikan dengan kitosan dan Virgin Coconut Oil (VCO). Kitosan dan VCO memiliki sifat yang dapat meningkatkan ketebalan dan kuat tarik edible film. Sementara penambahan gliserol sebagai plastisizer dapat meningkatkan perpanjangan edible film. Diluar itu, edible film dari ekstrak kulit buah naga memiliki zat aktif yang dapat berpengaruh pada karakteristik fisik dan mekanik. Untuk membantu penggabungan komponen edible film emulsi tersebut digunakan teknologi ultrasound. Teknologi ultrasound dipilih karena telah terbukti mampu membentuk film dengan permukaan yang halus serta memperbaiki nilai kuat tarik dan perpanjangan. Diharapkan bahwa kombinasi bahan dan modifikasi metode ini akan menghasilkan edible film dengan sifat fisik dan mekanik yang baik. Penelitian dilakukan selama 5 bulan di Universitas Jember mulai dari Mei hingga September 2023. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor, yaitu faktor A berupa waktu kontak ultrasound selama 0, 10, 20, dan 30 menit, serta faktor B berupa konsentrasi jumlah penambahan VCO sebanyak 0, 1, dan 2%. Setiap perlakuan diulang tiga kali dan diamati nilai ketebalan, kelarutan, struktur permukaan, kuat tarik dan perpanjangannya. Analisis data menggunakan ANOVA dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Dari hasil analisis fisik didapatkan nilai ketebalan antara 0,20 mm hingga 0,28 mm; nilai kelarutan antara 52,85% hingga 69,59%; serta kenampakan struktur permukaan yang menunjukan belum homogen secara maksimal dengan jumlah dan ukuran droplet minyak yang bervariasi antara 10 hingga 150 µm. Kemudian pada analisis mekanik didapatkan nilai kuat tarik antara 1,89 MPa hingga 3,51 MPa; nilai perpanjangan antara 45,64% hingga 90,67%.; dan elastisitas antara 2,42 MPa hingga 6,63 MPa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi waktu kontak ultrasound dan konsentrasi jumlah penambahan VCO secara keseluruhan berpengaruh nyata terhadap sifat fisik dan mekanik edible film yang dihasilkan. Penambahan waktu kontak ultrasound meningkatkan nilai kelarutan; kuat tarik; perpanjangan; dan elastisitas, namun menurunkan nilai ketebalan serta belum maksimal dalam menurunkan ukuran droplet. Sementara itu, penambahan konsentrasiVCO dalam jumlah tertentu dapat meningkatkan nilai ketebalan; kuat tarik; dan elastisitas, namun menurunkan nilai kelarutan dan perpanjangan edible film ekstrak kulit buah naga-kitosan.en_US
dc.description.sponsorshipDPU: Dr. Triana Lindriati, S.T., M.P DPA: Riska Rian Fauziah, S.Pt., M.P., M.Sc., Ph.Den_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherFakultas Teknologi Pertanianen_US
dc.subjectPembuatan Edible Filmen_US
dc.subjectEkstrak Kulit Buah Nagaen_US
dc.subjectKitosanen_US
dc.subjectVirgin Coconut Oil (VCO)en_US
dc.titleAplikasi Teknologi Ultrasound dalam Pembuatan Edible Film Berbahan Dasar Ekstrak Kulit Buah Naga – Kitosan dengan Penambahan VCOen_US
dc.typeSkripsien_US
dc.identifier.prodiTeknologi Hasil Pertanianen_US
dc.identifier.pembimbing1Dr. Triana Lindriati, S.T., M.Pen_US
dc.identifier.pembimbing2Riska Rian Fauziah, S.Pt., M.P., M.Sc., Ph.Den_US
dc.identifier.validatorvalidasi_repo_ratna_Maret 2025en_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record