Pengaruh Diabetes Health Education dengan Pendekatan Patient Centered Care Berbasis Self-Efficacy terhadap Pengurangan Risiko Komplikasi Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSD dr. Soebandi Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan resistensi insulin dan berisiko tinggi menimbulkan komplikasi mikrovaskular maupun makrovaskular. Berdasarkan data International Diabetes Federation (2025), Indonesia menempati peringkat kelima dunia dengan jumlah penyandang diabetes terbanyak, dan angka ini diperkirakan terus meningkat. Studi pendahuluan di RSD dr. Soebandi Jember menunjukkan bahwa penyandang DMT2 masih mengalami berbagai komplikasi seperti hipoglikemia, hiperglikemia, penyakit ginjal, dan penyakit kardiovaskular, yang sebagian besar dipengaruhi oleh gaya hidup yang belum optimal, rendahnya literasi kesehatan, dan kurangnya self-efficacy pasien dalam mengelola penyakitnya secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Diabetes Health Education (DHE) dengan pendekatan Patient-Centered Care (PCC) berbasis selfefficacy terhadap pengurangan risiko komplikasi pasien DMT2. Penelitian menggunakan desain quasi-experiment dengan rancangan pretest-posttest with control group, melibatkan 48 pasien DMT2 yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi (n=24) dan kelompok kontrol (n=24). Kelompok intervensi menerima empat sesi edukasi dan follow-up dua minggu setelah keluar dari rumah sakit. Kelompok kontrol hanya menerima perawatan standar rumah sakit. Pengukuran variabel dependen menggunakan Diabetes Score Questionnaire yang mencakup domain aktivitas fisik, diet, dan self-care. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 40–60 tahun, berjenis kelamin perempuan, berpendidikan SD, bekerja sebagai ibu rumah tangga, berpenghasilan di bawah UMR, menderita DMT2 kurang dari 5 tahun, dan menggunakan asuransi kesehatan PBI. Pada kelompok intervensi, rata-rata skor pengurangan risiko komplikasi meningkat signifikan dari 49,79±24,16 (pretest) menjadi 72,29±14,37 (posttest) dengan hasil uji paired t-test p=0,001. Sebaliknya, pada kelompok kontrol tidak ditemukan perbedaan signifikan antara pretest (35,21±15,14) dan posttest (35,00±14,45) dengan nilai p=0,923. Hasil uji independent t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol (t=5,116; p=0,001), yang mengindikasikan bahwa intervensi DHE dengan pendekatan PCC berbasis self-efficacy efektif dalam meningkatkan perilaku pengurangan risiko komplikasi dibandingkan perawatan standar. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari intervensi Diabetes Health Education dengan pendekatan Patient-Centered Care berbasis self-efficacy terhadap pengurangan risiko komplikasi pasien DMT2 di RSD dr. Soebandi Jember. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan model intervensi keperawatan yang lebih terstruktur dan berpusat pada pasien, khususnya dalam prosedur discharge planning pasien DMT2 di rumah sakit, guna mendukung upaya pencegahan komplikasi secara berkelanjutan.

Description

Validasi file repositori 30 Juli 2026_Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By