Identifikasi Tingkat Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Sejarah Angkatan 2022 Gelombang 1 Universitas Jember
Abstract
Pendidikan telah memasuki abad ke-21 yang memiliki ciri khas berbeda
dengan abad sebelumnya, Perbedaan utamanya terletak pada teknologi, informasi
dan komunikasi (TIK), yang sangat mempengaruhi cara hidup kita dalam bekerja,
belajar, dan mengajar. Kemajuan dalam bidang TIK telah membawa dunia
pendidikan ke era digital, di mana pengetahuan berkembang dengan sangat cepat.
Selain itu karakteristik peserta didik yang yang telah akrab dengan teknologi
digitalisasi serta kemampuan sekolah dalam menunjang peralatan teknologi
semakin mendorong integrasi TIK dalam pembelajaran. Dalam berbagai literatur
TIK telah disepakati sebagai salah satu media yang menciptakan pembelajaran
efektif. Guru menjadi salah satu kunci keberhasilan pendidikan karena guru
memiliki peran central dalam proses pembelajaran. Fungsi utama guru dalam
pembelajaran adalah sebagai perencana (planner), pelaksana (organizer) dan
penilai (evaluator).Tentu saja untuk menjalankan fungsinya dalam pembelajaran
guru haruslah memiliki kompetensi agar tujuan dari pendidikan tersebut dapat
tercapai secara maksimal. Salah satu keterempilan yang harus dimiliki oleh guru
ialah keterampilan terkait Technological Pedagogical Content Knowledge
(TPACK). Keterampilan TPACK merupakan keterampilan dimana guru dapat
megkolaborasikan pengetahuan terkait materi, metode dan pendekatan belajar
mengajar serta pegntegrasian teknologi dalamproses belajar mengajar.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tingkat
Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) mahasiswa Pedidikan
Profesi Guru (PPG) tahun angkatan 2022 gelombang 1 di Universitas Jember.
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengidentifikasiterkait tingkat pemahaman
Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) mahasiswa Pedidikan
Profesi Guru (PPG). Manfaat penelitian ini antara lain untuk mengetahui sejauh
mana tingkat pemahaman mahasiswa PPG terkait TPACK, dapat menjadi acuan
bagi lembaga pendidikan dalam mengidentifikasi Technological Pedagogical
Content Knowledge (TPACK), sebagai masukan dan tambahan pegetahuan bagi
peneliti lain guna mengembangkannya.
Jenis penelitian yag digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif.
Metode peelitian yag digunakan dalam pengumpulan data adalah survey.
Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data berupa angket/kuesioner dan
instrumen wawancara. Penelitian ini dilaksaakan di lingkungan FKIP Universitas
Jember yang dilaksanakan pada bulan Januari hingga Mei 2024. Penelitian ini
melibatkan 25 mahasiwa tahun angkatan 2022 yang telah melaksanakan praktik
pendidikan lapangan.
Hasil penelitian dan analisis data, diperoleh sebagai berikut: Tingkat
Pedagogical Knowledge (PK) secara keseluruhan diperoleh mean sebesar 4.30 >
4.21 dengan standart deviation .452, Tingkat Content Knowledge (CK) secara
keseluruhan diperoleh mean sebesar 4.16 > 3.21 dengan standart deviation .746 Tingkat Technological Knowledge (TK) secara keeluruhan diperoleh mean
sebesar 4.39 > 4.21 dengan standart deviation .553, Tingkat Pedagogical Content
Knowledge (PCK) secara keseluruhan diperoleh mean sebesar 4.26 > 4.21 dengan
standart deviation .431, Tingkat Technological Content Knowledge (TCK) secara
keseluruhan diperoleh mean sebesar 4.41 > 4.2 dengan standart deviation .640,
Tingkat Technological Pedagogical Knowledge (TPK) secara keseluruhan
diperoleh mean sebesar 4.46 > 4.21 dengan standart deviation .443, Tingkat
Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) secara keseluruhan
diperoleh mean sebesar 4.20 > 3.21 dengan standart deviation .601.
Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa tingkat Technological
Pedagogical Content Knowledge (TPACK) mahasiswa Pendidikan Profesi Guru
(PPG) Prajabatan berada di tingkat yang baik dengan kategori “Tinggi”. Sehingga
calon guru sejarah perlu mempertahankan adanya pemanfaatan teknologi kedalam
prosesbelajar mengajar untuk mempertahankan atau meningkatkan kualitas
pembelajaran sejarah menjadi lebih baik.