Analisis Faktor-Faktor yang Behubungan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Arjasa
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Anemia dalam kehamilan masih menjadi masalah kesehatan global yang
serius, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Berdasarkan data Dinas
Kesehatan Kabupaten Jember tahun 2024, tercatat peningkatan angka anemia pada
ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Arjasa dari 75 kasus pada tahun 2023 menjadi
178 kasus pada tahun 2024, sehingga wilayah ini menjadi daerah dengan
peningkatan kasus anemia tertinggi di Kabupaten Jember. Anemia dalam kehamilan
diketahui dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi, antara lain perdarahan,
infeksi, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah (BBLR), serta meningkatkan
risiko kematian ibu dan bayi. Faktor-faktor seperti usia ibu, tingkat pendidikan,
paritas, status ekonomi, kepatuhan kunjungan ANC, dan kepatuhan konsumsi tablet
Fe menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan dalam penentuan strategi
pencegahan dan intervensi anemia pada ibu hamil, karena melalui identifikasi
faktor-faktor berisiko tersebut, luaran kehamilan yang merugikan dapat dicegah.
Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang
berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas
Arjasa.
Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan
kuantitatif analitik korelasional. Data penelitian diperoleh dari pengisian kuesioner
demografi dan kuesioner kepatuhan konsumsi tablet Fe oleh ibu hamil, serta data
kadar hemoglobin yang tercatat di buku KIA. Jumlah sampel dalam penelitian ini
sebanyak 52 responden yang merupakan seluruh ibu hamil trimester ketiga di
wilayah kerja Puskesmas Arjasa (sampling jenuh). Analisis data dilakukan
menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara masing-masing
variabel independen (usia ibu, tingkat pendidikan, paritas, status ekonomi,
kepatuhan kunjungan ANC, dan kepatuhan konsumsi tablet Fe) dengan variabel
dependen (kejadian anemia pada ibu hamil).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam variabel yang dianalisis,
terdapat tiga variabel yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian anemia
pada ibu hamil, yaitu status ekonomi (p-value = 0,025; OR = 10,105; CI 95% =
1,160 – 87,995), kepatuhan kunjungan ANC (p-value < 0,001; OR = 11,083; CI
95% = 3,049 – 40,287), dan kepatuhan konsumsi tablet Fe (p-value < 0,001; OR =
11,314; CI 95% = 3,066 – 41,757). Sementara itu, variabel usia ibu (p-value =
0,670), tingkat pendidikan (p-value = 0,054), dan paritas (p-value = 0,736) tidak
menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik. Kepatuhan konsumsi tablet
Fe merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian anemia
dengan nilai OR tertinggi (11,314). Prevalensi anemia pada ibu hamil di wilayah
kerja Puskesmas Arjasa tergolong tinggi, yaitu sebesar 48,1%.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor-faktor yang berhubungan
dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Arjasa adalah
status ekonomi, kepatuhan kunjungan ANC, dan kepatuhan konsumsi tablet Fe.
Faktor yang paling dominan adalah kepatuhan konsumsi tablet Fe. Hasil penelitian
ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi Puskesmas Arjasa dalam menyusun
program pencegahan dan penanggulangan anemia yang lebih tepat sasaran,
khususnya melalui peningkatan edukasi tentang kepatuhan konsumsi tablet Fe dan
kunjungan ANC, serta perhatian khusus terhadap ibu hamil dari keluarga dengan
status ekonomi rendah.
Description
Validasi file repositori 30 Juli 2026_Firli
