Perbedaan Onset Time Anestesi Lokal dengan Lidocaine Hcl 2% dengan 1:80.000 Adrenalin pada Perokok dan Bukan Perokok dengan Anestesi Blok Nervus Alveolaris Inferior di Klinik Bedah Mulut Rsgm Universitas Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kedokteran Gigi

Abstract

Pencabutan gigi di Indonesia memiliki prevalensi tinggi, meskipun seharusnya menjadi pilihan terakhir dalam perawatan. Salah satu faktor penting dalam tindakan ini adalah pemberian anestesi lokal yang bekerja dengan menghambat transmisi impuls nyeri. Lidokain, anestesi lokal yang umum digunakan, sering dikombinasikan dengan vasokonstriktor seperti adrenalin untuk memperpanjang efek dan mengurangi perdarahan. Merokok dapat memengaruhi respon jaringan dan metabolisme obat melalui induksi enzim CYP450 dan peningkatan kadar karbon monoksida dalam darah. Selain itu, nikotin dalam rokok berikatan dengan reseptor nikotinik yang membuka kanal natrium, berpotensi mengganggu mekanisme kerja anestesi lokal yang seharusnya menutup kanal tersebut. Penelitian ini bertujuan mengkaji perbedaan onset anestesi lokal lidokainadrenalin pada pasien perokok dan bukan perokok dengan teknik blok nervus alveolaris inferior. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan pengukuran onset anestesi lokal lidokain pada pasien perokok dan bukan perokok di RSGM Jember. Variabel penelitian meliputi penggunaan anestesi lokal sebagai variabel bebas dan waktu onset sebagai variabel terikat. Teknik blok nervus alveolaris inferior digunakan dalam prosedur anestesi, dan onset diukur dengan observasi subjektif dan objektif lalu hasil pengukuran di uji menggunakan analisis statistik. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa rata-rata onset anestesi pada perokok (171 detik) lebih lama dibandingkan bukan perokok (123 detik), dan hasil dari uji statistik membuktikan adanya perbedaan signifikan di antara kedua kelompok. Analisis lebih lanjut terhadap jenis perokok (filter dan non-filter) menunjukkan bahwa keduanya tidak memiliki perbedaan bermakna dalam hal onset anestesi. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa kebiasaan merokok secara umum dapat memperlambat onset anestesi lokal, namun tidak dipengaruhi oleh jenis rokok yang dikonsumsi. Kecepatan onset anestesi dipengaruhi oleh pKa obat dan kondisi jaringan, termasuk pH. Temuan ini menjadi penting dalam praktik klinik kedokteran gigi, khususnya sebagai bahan pertimbangan saat melakukan prosedur anestesi lokal pada pasien perokok.

Description

Repo 30 Juli 2026_ Rudy K Validasi file repositori 30 Juli 2026_Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By