Persediaan Bahan Baku Kopi dan Nilai Tambah Produk pada UD Matt Coffee di Desa Sukorejo Kecamatan Sumber Wringin Kabupaten Bondowoso
Abstract
Salah satu agroindustri kopi di Kabupaten Bondowoso adalah UD Matt Coffee yang terletak di Desa Sukorejo Kecamatan Sumber Wringin. Produk yang dihasilkan diantaranya adalah green bean arabika, bubuk kopi arabika, cascara dan kombucha. UD Matt Coffee dalam menjalankan usahanya pernah mengalami kekurangan stok bahan baku sehingga menghambat proses produksi dan tidak dapat memenuhi permintaan pasar. Serta Fenomena lain yaitu kurangnya pemanfaatan kulit kopi sehingga menyebabkan adanya limbah kulit kopi. Tujuan penelitian (1) mengetahui dan menganalisis tingkat pemesanan ekonomis bahan baku kopi arabika, (2) mengetahui dan menganalisis persediaan pengaman dan tingkat pemesanan kembali bahan baku kopi arabika, (3) mengetahui dan menganalisis nilai tambah produk green bean, bubuk kopi, kombucha dan cascara.
Lokasi penelitian di UD Matt Coffee Desa Sukorejo Kecamatan Sumber Wringin Kabupaten Bondowoso yang ditentukan dengan sengaja dengan menggunakan purposive method. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan analitik. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode pengambilan contoh dilakukan dengan metode purposive sampling dan diperoleh 3 narasumber diantaranya Bapak Matt Husain, Ibu Khusnul dan Ibu Elvita. Data penelitian yang digunakan merupakan data panen kopi arabika milik Bapak Matt husain pada bulan Mei – Agustus tahun 2020. Metode analisis data menggunakan metode Economic Order Quantity, Safety Stock, dan Reorder Point terkait pembahasan mengenai persediaan bahan baku, serta metode Hayami untuk menganalisis nilai tambah produk yang dihasilkan UD Matt Coffee.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) nilai Tingkat Pemesanan Ekonomis (Economic Order Quantity) diperoleh sebesar 248 kg dengan frekuensi pemesanan sebanyak 16 kali dalam waktu 1 bulan, mengalami penurunan frekuensi dan penambahan kuantitas pengiriman bahan baku. Perhitungan EOQ dikatakan ekonomis karena biaya yang dikeluarkan dengan menggunakan metode EOQ terpangkas sebesar Rp. 1.100.000 per bulan dengan rincian pengurangan sebesar Rp. 600.000 untuk gaji sopir dan pengurangan sebesar Rp. 500.000 untuk biaya solar, (2) nilai Safety Stock diperoleh sebesar 62 kg yang artinya persediaan pengaman bahan baku kopi gelondong arabika adalah sebesar 62 kg untuk mencapai kondisi ideal pada UD Matt Coffee, sedangkan nilai Reorder Point didapatkan sebesar 219 kg, yang artinya UD Matt Coffee harus melakukan pengadaan bahan baku kopi gelondong arabika kembali ketika stok bahan baku kopi gelondong arabika sudah mencapai titik 219 kg atau di bawahnya, (3) nilai tambah yang didapatkan dari kopi arabika green bean adalah sebesar Rp. 36.682/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 71,9% dan termasuk rasio nilai tambah tinggi. Nilai tambah yang didapatkan dari kopi bubuk arabika adalah sebesar Rp. 87.153/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 87,2% dan termasuk rasio nilai tambah tinggi. Nilai tambah produk olahan cascara adalah sebesar Rp. 8.405/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 28% dan termasuk nilai tambah sedang. Nilai tambah produk kombucha sebesar Rp. 53.599/l dengan rasio nilai tambah sebesar 68,1% dan termasuk rasio nilai tambah tinggi. Produk olahan kopi arabika yang diproduksi oleh UD Matt Coffee bernilai positif yang artinya kegiatan produksi tersebut menguntungkan bagi perusahaan.
Collections
- UT-Faculty of Agriculture [4310]