Keputusan Swedia Bergabung Dalam Blok NATO (North Atlantic Treaty Organization) Pada Tahun2024

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract

Swedia mempertahankan netralitas militer selama lebih dari 200 tahun sebelum resmi bergabung sebagai anggota ke-32 NATO pada 7 Maret 2024, menandai perubahan besar dalam kebijakan luar negeri dan pertahanannya. Penelitian ini mengkaji alasan Swedia memutuskan untuk bergabung dalam keanggotaan NATO. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan alasan Swedia memutuskan bergabung ke dalam NATO. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, dengan data dari jurnal ilmiah, dokumen resmi pemerintah, laporan lembaga internasional, dan media internasional kredibel, analisis menggunakan deskriptif kualitatif dengan mengacu pada Teori Neorealisme Kenneth Waltz, diperkuat konsep Balance of Threat Stephen M. Walt dan Konsep Aliansi Glenn Snyder. Hasil penelitian menunjukkan dua alasan Swedia bergabung ke NATO. Pertama, meningkatnya persepsi ancaman dari Rusia, diidentifikasi melalui empat parameter: aggregate power Rusia yang melampaui Swedia, geographic proximity antara Kepulauan Gotland dan Kaliningrad, aggressive intent Rusia yang tercermin dari invasi Ukraina 2022, serta offensive power Rusia yang kuat. Kedua, komitmen dan kredibilitas NATO yang terbukti melalui berbagai kebijakan dan penerapan pasal 5 pasca serangan 11 September 2001. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keputusan Swedia merupakan respons terhadap perubahan lanskap keamanan Eropa sekaligus membuktikan relevansi teori neorealisme dalam menjelaskan dinamika politik internasional kontemporer.

Description

Finalisasi 30 Juli 2026 Rudi H

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By