Gambaran Kadar Gula Darah pada Mahasiswa dengan Kelebihan Berat Badan di Fakultas Keperawatan Universitas Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Kelebian Berat Badan merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat di berbagai kelompok usia, tidak terkecuali mahasiswa. Kebiasaan sedentary, kurang aktivitas fisik, pola makan tinggi kalori, dan stress akademik dapat menyebabkan indeks massa tubuh (IMT), hingga mengakibatka kelebihan berat badan dan obesitas pada mahasiswa. Kondisi tersebut merupakan faktor risiko utama terjadinya resistensi insulin yang dapat berkembang menjadi prediabetes dan jika tidak di tangani secara tepat akan berkembang menjadi diabetes mellitus tipe 2. Kelebihan berat badan di tandai dengan peningkatan akumulasi jaringan adiposa yang dapat menyenankan perubahan fungsi metabolik tubuh. Jaringan adiposa yang berlebihan menghasilkan berbagai sitokin proinflamasi seperti tumor necrosis factor-alpha (TNF-a), Interleukin-6 (IL-6), dan resistensi yang dapat mengganggu kerja insulin pada jaringan target. Kondisi tersebut menyebabkan resistensi insulin, yaitu keadaan ketika sel tidak mampu merespon insulin secara optimal sehingga pengambilan glukosa oleh sel menurun dan kadar glukosa dalam darah meningkat. Oleh karena itu, mahasiswa dengan kelebihan berat badan memerlukan perhatian khusus melalui pemerksaan kadar gula darah maupun Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO), sebagai upaya deteksi dini terhadap kemungkinan terjadinya prediabetes dan diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini mengunakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional. Dengan esensi study deskriptif. Teknik sampling menggunakan teknik total sampling dengan responden 37 mahasiswa. Pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan data primer yang diperoleh langsung dari responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia mahasiswa akif memiliki distribusi yang dominan pada kelompok usia 20 tahun (35,1%), dan pada Indeks Massa Tubuh, Obesitas I mendominasi dengan 16 responden dan presentase (43,2%). Dan pada kadar gula darah puasa pada kategori prediabetes yaitu 17 responden dengan presentase (45,9%), dan kaegori normal 20 responden (54,1%). Rerata keompok prediabetes 107,9 mg/dL, dan pada kelompok normal yaitu 87,5 mg/dL. Dan tidak terdapat responden yang termasuk kategori diabetes mellitus tipe 2. Sedangkan pada Kadar Gula Darah 2 Jam Post Pradinal di dapatkan pada kategori prediabetes sebanyak 20 responden dengan prosentase (54,1%), dan kategori normal 17 responden dengan prosentase (45,9%). Rerata keompok prediabetes 166,0 mg/dL, dan pada kelompok normal yaitu 111,3 mg/dL. Dan tetap tidak terdapat responden dengan kategori diabetes mellitus tipe 2. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Gambaran Kadar Gula Darah pada Mahasiswa dengan Kelebihan Berat Badan di Fakultas Keperawatan Universitas Jember perlu di lakukan karena pentingnya deteksi dini pada mahasiswa untuk upaya preventif mencegah perkembangan prediabetes menjadi diabetes mellitus tipe 2. Dan TTGO menjadi salah satu instrumen yang penting pada penelitian ini, karena merupakan gold standart (standart emas) untuk deteksi dini dalam pengukuran kadar gula darah.

Description

Validasi file repositori 30 Juli 2026_Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By