Analisis Perbandingan Daya Dukung Pondasi Gedung 5 Lantai Antara Metode Empiris, Alat Pancang Statik Hidraulik dan Uji Pembebanan Statik
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Pondasi merupakan elemen struktur yang berfungsi meneruskan beban bangunan ke
lapisan tanah pendukung agar keamanan dan stabilitas konstruksi terjamin. Pada
bangunan bertingkat, penentuan kapasitas daya dukung pondasi menjadi aspek penting
karena perbedaan hasil perhitungan antar metode dapat memengaruhi efisiensi dan
keandalan desain. Estimasi daya dukung umumnya dilakukan menggunakan metode
empiris berbasis data Standard Penetration Test (SPT) seperti Meyerhof, Luciano
Decourt, Briaud & Tucker, serta Bazaraa & Kurkur. Namun, variasi karakteristik tanah
dan kualitas data SPT sering menyebabkan perbedaan hasil antar metode terhadap
kondisi aktual lapangan. Selain itu, masih terdapat deviasi antara hasil metode empiris
dengan pengujian lapangan berupa Static Loading Test (SLT) dan Hydraulic Static Pile
Driver (HSPD), sehingga diperlukan evaluasi tingkat kesesuaiannya pada perencanaan
pondasi gedung 5 lantai.
Penelitian ini bertujuan membandingkan kapasitas daya dukung pondasi tiang
berdasarkan metode empiris berbasis SPT, hasil pengujian SLT, dan data HSPD pada
gedung 5 lantai. Data yang digunakan meliputi hasil SPT pada dua titik borehole (BH-
1 dan BH-2), hasil SLT, dan data pemancangan HSPD. Analisis dilakukan melalui
perhitungan metode empiris, interpretasi kurva beban-penurunan SLT, serta
pembacaan data HSPD. Tingkat kesesuaian antar metode dievaluasi menggunakan
standar deviasi dan koefisien variasi (CV). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata daya
dukung metode empiris sebesar 231,3 ton pada BH-1 dan 198,5 ton pada BH-2,
sedangkan hasil SLT dan HSPD masing-masing sebesar 235,17 ton dan 195,60 ton.
Nilai standar deviasi sebesar 17,81 pada BH-1 dan 18,01 pada BH-2, dengan CV
sebesar 8,068 % dan 8,586%. Nilai CV yang kurang dari 15% menunjukkan variasi
antar metode tergolong rendah. Dengan demikian, metode empiris, SLT, dan HSPD
menunjukkan kecenderungan hasil yang sebanding dalam mengevaluasi kapasitas daya
dukung pondasi tiang meskipun memiliki karakteristik dan mekanisme perolehan data
yang berbeda.
Description
Validasi file repositori 30 Juli 2026_Firli
