Persepsi Petani Terhadap Pengendalian Hama Terpadu Pada Tembakau Kasturi Dalam Program Sekolah Lapang (SL-PHT) Kelompok Tani Mulyo 1
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Pengendalian Hama Terpadu (PHT) merupakan salah satu upaya
pengendalian organisme pengganggu tanaman yang dilakukan secara ramah
lingkungan untuk menjaga produktivitas serta kualitas hasil pertanian. Program
Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) yang diselenggarakan oleh
Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu bentuk pendidikan
nonformal bagi petani yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
petani dalam budidaya tembakau secara efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani terhadap Pengendalian
Hama Terpadu pada tembakau Kasturi dalam program SL-PHT di Kelompok Tani
Mulyo 1 Desa Sumberpinang Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember. Teori yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu teori proses persepsi menurut Pareek (1996)
dan karakteristik inovasi menurut Rogers (2003). Penelitian ini menggunakan
metode deskriptif kualitatif dengan teknik keabsahan data berupa triangulasi
sumber dan triangulasi teknik. Metode pengumpulan data dilakukan melalui
observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa persepsi petani terhadap penerapan PHT dipengaruhi oleh pengalaman
bertani, pengetahuan, serta pendampingan penyuluh selama kegiatan SL-PHT
berlangsung. Persepsi positif petani terlihat dari meningkatnya pemahaman
mengenai pengendalian hama ramah lingkungan, pemanfaatan agen hayati dan
pestisida nabati, serta berkurangnya ketergantungan terhadap pestisida kimia.
Selain itu, petani menilai bahwa SL-PHT mampu meningkatkan keterampilan
budidaya tembakau dan mendukung keberlanjutan usaha tani. Namun, masih
terdapat persepsi kurang baik terkait kerumitan penerapan PHT, keterbatasan
waktu, kurangnya kebiasaan menggunakan metode alami, serta keraguan terhadap
efektivitas pengendalian dibandingkan pestisida kimia. Hal tersebut menunjukkan
bahwa penerimaan inovasi PHT berkaitan erat dengan karakteristik inovasi yang
dirasakan petani, sehingga diperlukan pendampingan dan edukasi secara
berkelanjutan agar penerapan PHT dapat dilakukan secara optimal.
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 29 Juli 2026_Kholif Basri
