Systematic Scoping Review: Atropisomer Biaril Alami Dan Efek Farmakologi (2015-2025)
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Upaya pengembangan obat semakin menekankan pentingnya desain molekul yang selektif dan aman. Pengkajian struktur stereokimia, khususnya kiralitas aksial (atropisomer), menjadi strategi desain molekul yang esensial dalam kimia medisinal modern. Atropisomer biaril alami, yang memiliki sumbu kiral akibat hambatan rotasi sterik, banyak ditemukan di alam dan terbukti memiliki aktivitas biologis yang sangat beragam, namun kajian pustaka yang secara sistematis merangkum keragaman struktur dan profil farmakologinya pada dekade terakhir masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan menggunakan metode systematic scoping review yang mengacu pada pedoman PRISMA 2020 untuk memetakan distribusi serta membedah hubungan struktur dan aktivitas (SAR) dari senyawa tersebut. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data PubMed dan SciFinder dengan batasan tahun publikasi 2015-2025. Dari penggabungan pencarian awal yang menghasilkan 1.909 literatur, proses penyaringan sistematis berdasarkan kriteria kelayakan pada naskah penuh akhirnya menetapkan 26 literatur utama yang terinklusi untuk diekstraksi dan dianalisis. Berdasarkan hasil pemetaan, tren publikasi riset terkait atropisomer biaril alami mengalami peningkatan dengan puncak publikasi pada tahun 2019 dan 2021. Sebagian besar senyawa tersebut diisolasi dari tumbuhan tingkat tinggi, dengan famili Orchidaceae (didominasi tanaman Bletilla striata) yang mendominasi penemuan dan banyak menghasilkan kerangka turunan fenantren. Melalui kajian ini, 6 kelompok aktivitas farmakologi utama berhasil diidentifikasi, yaitu aktivitas sitotoksik, metabolik, antiinfeksi, neuroprotektif, antioksidan, dan antiinflamasi.
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 29 Juli 2026_Kholif Basri
