Model Implementasi Kebijakan Hybrid Dalam Percepatan Penurunan Stunting (Studi Pada Program Pemberian Makanan Tambahan Berdasarkan Peraturan Bupati Jember Nomor 29 Tahun 2024)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis Model Implementasi Kebijakan Hybrid dalam percepatan penurunan stunting melalui Program PMT berdasarkan Peraturan Bupati Jember Nomor 29 Tahun 2024, serta memetakan faktor pendukung dan penghambatnya di Kelurahan Jember Lor. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan analisis teori George C. Edwards III. Informan terdiri dari petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Petugas Kecamatan Patrang Kabupaten Jember, Petugas Gizi Puskesmas Patrang Kabupaten Jember, TPPKK (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Kelurahan Jember Lor, Kader Posyandu Kelurahan Jember Lor, Bidan, Ibu Balita, dan keluarga penerima manfaat dari Progam PMT. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus yang fokus menelusuri implementasi kebijakan di Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang. Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder melalui informan yang dipilih secara purposive, meliputi petugas dinas kesehatan, petugas kecamatan, petugas puskesmas, kader posyandu, bidan, ibu balita, dan keluarga penerima manfaat Program Pemberian Makanan Tambahan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, serta keabsahan data dijaga dengan triangulasi teknik dan sumber. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan kondensasi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PMT membentuk pola hybrid (kombinasi struktur top-down dan dinamika bottomup) dari level pusat hingga kelurahan. Pola ini muncul karena adanya diskresi operasional dan fleksibilitas implementator lokal dalam menyesuaikan kebijakan dengan kondisi sosiologis lapangan. Faktor pendukung utama adalah kejelasan regulasi Perbup Nomor 29 Tahun 2024 dan tingginya disposisi (komitmen) kader. Sementara itu, faktor penghambat paling krusialnya adalah angka balita stunting yang naik turun pada tahun 2025 yang di akibatkan oleh Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).

Description

Validasi dan Finalisasi Repositori File 29 Juli 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By