Analisis Variasi Spasial Pengaruh Sosial Ekonomi Terhadap Kualitas Lingkungan Dalam Perspektif Environmental Philips Curve (Epc) Di Indonesia
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Environmental Philips Curve (EPC) mengambil inspirasi dari dinamika kurva Phillips klasik, kemudian memperluas cakupannya dengan menambahkan variabel lingkungan sebagai bagian dari struktur trade-off. EPC dapat dipahami sebagai upaya untuk menyoroti hubungan antara kualitas lingkungan dan pengangguran. Melemahnya kondisi perekonomian semakin menambah jumlah pengangguran karena terjadi peningkatan PHK. Di sisi lain, aktivitas ekonomi masyarakat meningkatkan kerusakan lingkungan karena penggunaan transportasi, kegiatan industri dan pertambangan sebagai penggerak utama perekonomian Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi spasial pengaruh pengangguran, pendapatan daerah, pembangunan manusia dan konsumsi energi listrik terhadap kerusakan lingkungan di Indonesia dalam kerangka konsep EPC. Metode penelitian yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian adalah menggunakan metode Geographically Weighted Panel Regression. Metode GWPR digunakan untuk menunjukkan variasi hubungan variabel independen dengan variabel dependen di masing-masing wilayah sesuai dengan karakteristik masing-masing provinsi di Indonesia. Berdasarkan hasil analisis dengan metode GWPR, pengangguran mampu mengurangi kerusakan lingkungan di Indonesia, pendapatan daerah meningkatkan kerusakan lingkungan di Indonesia. Kondisi ini menjelaskan bahwa konsep EPC terbukti di Indonesia. Pembangunan manusia mampu menurunkan kerusakan lingkungan di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku pro-lingkungan sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan kualitas penduduk. Sedangkan konsumsi energi listrik menunjukkan mampu mengurangi kerusakan lingkungan. Hal ini dikarenakan banyaknya program pemerintah yang dijalankan dalam upaya menurunkan emisi karbon, seperti Pembangunan PLTB, PLTP, PLTS dan penggunaan teknologi Super Critical (SC) dan Ultra Super Critical (USC) di PLTU untuk penggunaan teknologi rendah karbon. Temuan dari penelitian ini adalah EPC terbukti pada daerah yang ekonominya bertumpu pada sektor ekstraktif dan pendapatan daerahnya tinggi. Sedangkan di daerah yang aktivitas ekonominya bertumpu pada sektor perdagangan, jasa dan industri manufaktur, tidak terbukti adanya hipotesis EPC.
Description
Finalisasi 29 Juli 2026 Rudi H
