Peranan Subandrio dalam Perjuangan Penyelesaian Sengketa Pembebasan Irian Barat (1957-1963)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Subandrio merupakan seorang tokoh politik dan diplomat Indonesia yang perpengaruh dalam sejarah politik Indonesia pada era awal kemerdekaan. Tahun 1957 Subandrio dipercaya Presiden Sukarno menduduki posisi Menteri Luar Negeri Indonesia. Selama jabatannya Subandrio aktif merumuskan kebijakan luar negeri baru untuk mengatasi permasalahan sengketa Irian Barat serta memainkan peran dalam diplomasi dan negosiasi dengan negara-negara lain. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana strategi Subandrio dan proses perjuangan dalam penyelesaian sengketa pembebasan Irian Barat pada tahun 1957-1963? (2) bagaimana hasil perjuangan Subandrio dalam penyelesaian sengketa pembebasan Irian Barat pada tahun 1957-1963? Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis strategi Subandrio dan proses perjuangan dalam penyelesaian sengketa pembebasan Irian Barat pada tahun 1957- 1963; (2) menganalisis hasil perjuangan Subandrio dalam penyelesaian sengketa pembebasan Irian Barat pada tahun 1957-1963. Penelitian ini memiliki manfaat diantaranya (1) memberikan memberikan pengalaman untuk menambah wawasan dan pengetahuan serta kemampuan dalam melakukan penelitian; (2) memberi pengetahuan tentang usaha-usaha pemerintah dalam menyelesaikan sengketa pembebasan Irian Barat, terutama dalam bidang diplomasi; (3) memberikan informasi terpercaya dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan; serta (4) mampu menjadi pertimbangan untuk melakukan penelitian sejenis. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode sejarah. Tahapan dalam metode sejarah terdiri dari empat Langkah yaitu: (1) heuristik; (2) kritik; (3) interpretasi; (4)historiografi. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi politik Maurice Duverger dan teori peran Bruce J. Biddle. Hasil dari penelitian ini adalah (1) sebagai Menteri Luar Negeri, dalam menyelesaikan sengketa pembebasan Irian Barat Subandrio menggunakan strategi dalam bidang diplomasi dan persiapan konfrontasi militer. Strategi diplomasi yang digunakan Subandrio antara lain dengan pendekatan ke Amerika Serikat guna meminta dukungan dalam sengketa Irian Barat, perundingan dalam Sidang Umum PBB tahun 1961 dengan memberikan pidato-pidato pernyataan atas posisi Indonesia terhadap wilayah Irian Barat, kemudian dilanjutkan dengan Perundingan Middleburg yang merupakan perundingan negosiasi persiapan, perumusan, dan kesepakatan perjanjian antara Indonesia dan Belanda atas rencana pelaksanaan peralihan pemerintahan di Irian Barat. Untuk menyeimbangi strategi dalam bidang diplomasi, Subandrio juga menyelesaikan sengketa Irian Barat melalui jalur konfrontasi untuk mendesak Belanda melakukan perundingan dalam upaya mengintegrasikan Irian Barat ke dalam wilayah NKRI yang meliputi koordinasi dengan Presiden Soekarno dan PM Djuanda serta pelaksanaan konfrontasi total di bidang politik, ekonomi dan militer; (2) perjuangan diplomasi Subandrio sebagai Menteri Luar Negeri dalam menyelesaikan sengketa Irian Barat mendapatkan hasil dengan disetujuinya Perjanjian New York tahun 1962 serta pengembalian Irian Barat ke dalam wilayah NKRI melalui pemerintahan sementara (UNTEA) serta upaya normalisasi hubungan antara Indonesia dan Belanda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa selama enam tahun jabatan, perjuangan Subandrio dalam menyelesaikan sengketa Irian Barat menunjukkan dedikasi dan keteguhannya sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia pada masa itu, Subandrio telah memainkan peran kunci dalam perundingan dengan Belanda dan pihak internasional serta sebagai motor penggerak konfrontasi politik untuk mengakhiri sengketa Irian Barat yang sudah lama tidak dapat terselesaikan.

Description

Reupload file repository 3 Februari 2026_Arif/Halima

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By