Show simple item record

dc.contributor.authorMisbahul Jannah
dc.date.accessioned2013-12-24T03:42:35Z
dc.date.available2013-12-24T03:42:35Z
dc.date.issued2013-12-24
dc.identifier.nimNIM070210101117
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/12140
dc.description.abstractPada umumnya pembelajaran matematika di sekolah masih berpusat pada guru dan bersifat konvensional sehingga siswa cenderung pasif dan tidak antusias dalam proses pembelajaran. Berdasarkan informasi yang diberikan oleh guru matematika di SMP Negeri Sukorambi menyatakan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami dan menguasai pelajaran matematika yang berhubungan dengan geometri terutama yang menyangkut bangun ruang. Akibatnya rata-rata hasil belajar siswa masih berada di bawah Standar Ketuntasan Minimal (SKM) yang ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan teori Bruner, aktivitas siswa dan ketuntasan belajar siswa pada pembelajaran dengan teori Bruner pada pokok bahasan kubus dan balok. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII E SMP Negeri Sukorambi semester genap tahun ajaran 2010/2011 yang berjumlah 36 siswa yang terdiri dari 19 siswa lakilaki dan 17 siswa perempuan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Model skema yang digunakan adalah model skema penelitian Hopkins dan dilaksanakan sebanyak dua siklus. Metode pengumpulan data yaitu metode observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa penerapan teori Bruner pada pembelajaran kubus dan balok di kelas VIII E SMP Negeri Sukorambi semester genap tahun ajaran 2010/2011 berjalan dengan baik dan lancar. Hal ini bisa dilihat dari hasil analisis data diperoleh bahwa aktivitas siswa selama pembelajaran viii mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, aktivitas memperhatikan penjelasan guru mencapai 75,69%, memanipulasi alat peraga 75,69%, menggambar atau analisa gambar sketsa pada LKS 70,83%, menganalisis hasil kegiatan untuk memperoleh kesimpulan 67,36% dan bertanya mencapai 47,92%. Pada siklus II, aktivitas memperhatikan penjelasan guru sebesar 84,03%, memanipulasi alat peraga 86,81%, menggambar atau analisa gambar sketsa pada LKS 81,25%, menganalisis hasil kegiatan untuk memperoleh kesimpulan 73,61% dan bertanya mencapai 70,83%. Disamping itu ketuntasan belajar siswa secara klasikal juga menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus 1 mencapai 69,44% sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 91,66%. Ketuntasan klasikal mengalami peningkatan secara signifikan meskipun masih ada siswa yang tidak tuntas secara perorangan.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries070210101117;
dc.subjectTeori Bruneren_US
dc.titlePenerapan Teori Bruner pada Pembelajaran Kubus dan Balok untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII E Semester Genap SMP Negeri Sukorambi Tahun Ajaran 2010/2011”en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record