Arahan Mitigasi Bencana pada Kawasan Pemukiman Terdampak Banjir Lahar Gunung Semeru

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Teknik

Abstract

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), mencatat bahwa bencana banjir lahar kembali terjadi di Kabupaten Lumajang pada Tahun 2021 dan 2023. Bencana ini menyebabkan meluapnya aliran sungai hingga menghantam permukiman, sehingga menyebabkan adanya korban jiwa, korban luka-luka, dan kerusakan fasilitas umum. Banjir lahar dingin dapat menjadi ancaman serius bagi masyarakat terutama pada kawasan permukiman di sekitar Gunung Semeru. Tujuan dari penelitian ini, yaitu mengidentifikasi tingkat risiko bencana banjir lahar pada kawasan permukiman di sekitar Gunung Semeru, dan menentukan upaya mitigasi bencana banjir lahar pada kawasan permukiman di sekitar Gunung Semeru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis skoring, overlay, dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil yang diperoleh yaitu daerah yang memiliki tingkat risiko tinggi bencana banjir lahar pada bulan Februari tahun 2024 berada pada Desa Sumberwuluh dengan luas 3.144,84 Ha. Sedangkan pada bulan agustus tahun 2024 risiko tinggi banjir lahar banyak terjadi di Desa Supiturang dengan luas 1.998,76 Ha. Jika dilihat dari tingkat risiko bencana banjir lahar, kawasan permukiman cenderung berada di wilayah dengan risiko sedang hingga tinggi. Upaya mitigasi pada kawasan permukiman untuk mengurangi tingkat risiko bencana banjir lahar dapat dilakukan dengan mitigasi struktural dan mitigasi non struktural.

Description

Repo 27 Juli 2026_ Rudy K

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By