Kajian Keberlanjutan Produktivitas Kopi Berbasis Agroforestri KPS Desa Sidomulyo Menggunakan Sustainable Livelihood Approach (SLA)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) Artha Wana Mulya Barokah di Desa
Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember mengelola kawasan seluas 2.250
ha dengan unit usaha berupa KUPS Kopi berbasis agroforestri. Produktivitas kopi
di KPS tersebut masih sangat bervariasi, mulai dari 500 kg/Ha hingga 3.000 kg/Ha,
yang mengindikasikan belum meratanya kemampuan petani dalam mengelola
perkebunan. Kondisi ini mendorong perlunya analisis keberlanjutan secara
komprehensif melalui pendekatan Sustainable Livelihood Approach (SLA) yang
mengevaluasi lima modal penghidupan, yaitu modal manusia, sosial, alam,
infrastruktur, dan finansial.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan indikator keberlanjutan
produktivitas kopi berbasis agroforestri di KPS Desa Sidomulyo, (2) menilai tingkat
keberlanjutan produktivitas kopi berdasarkan pendekatan Sustainable Livelihood
Approach (SLA), dan (3) memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan
produktivitas kopi di KPS Desa Sidomulyo.
Penelitian dilaksanakan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten
Jember pada bulan Februari hingga Mei 2026. Pengambilan sampel dilakukan
menggunakan metode purposive sampling berdasarkan pemetaan stakeholder KPS.
Data dikumpulkan melalui kuesioner dan Focus Group Discussion (FGD) dua
tahap. Analisis data menggunakan metode RAPFISH berbasis Multidimensional
Scaling (MDS), simulasi Monte Carlo untuk validasi, dan analisis leverage untuk
mengidentifikasi atribut sensitif yang berpengaruh besar terhadap keberlanjutan.
Berdasarkan hasil FGD, indikator keberlanjutan yang ditetapkan mencakup
lima modal penghidupan. Pada modal manusia, indikator utama adalah pendidikan,
kesehatan, dan keterampilan. Modal alam diprioritaskan pada kualitas tanah,
kawasan hutan, dan ketersediaan air. Modal sosial ditekankan pada keberadaan
organisasi, pendampingan, dan etika. Modal fisik/infrastruktur mengutamakan
kondisi jalan, alat produksi pertanian, dan alat transportasi. Sedangkan modal
finansial berpusat pada pendapatan, tabungan, dan akses bantuan.
Hasil analisis keberlanjutan menunjukkan bahwa modal manusia
memperoleh indeks 70,71 (cukup berkelanjutan) dan modal alam memperoleh
indeks 55,37 (cukup berkelanjutan). Sementara itu, tiga modal lainnya berada
dalam kategori kurang berkelanjutan, yaitu modal sosial dengan indeks 46,17,
modal infrastruktur dengan indeks 47,27, dan modal finansial dengan indeks 45,28.
Secara multidimensi, status keberlanjutan produktivitas kopi KPS Artha Wana
Mulya Barokah memperoleh indeks 52,96 yang tergolong cukup berkelanjutan.
Validasi melalui simulasi Monte Carlo menunjukkan selisih yang sangat kecil dari
hasil RAPFISH, dengan nilai R² berkisar antara 0,91 hingga 0,95 dan nilai S-stress
di bawah 0,25, yang mengindikasikan bahwa model yang digunakan sangat valid
dan reliabel. Analisis leverage mengidentifikasi atribut sensitif pada masingmasing modal. Pada modal manusia, atribut sensitif meliputi kesehatan,
keterampilan, dan pengalaman petani. Modal sosial dipengaruhi oleh kearifan lokal,
hubungan dengan masyarakat, dan jaringan bisnis. Modal alam berfokus pada
kualitas tanah dan kelestarian hutan. Modal infrastruktur terkendala oleh kondisi
jalan dan sarana produksi, sedangkan modal finansial dipengaruhi oleh akses
pendapatan dan permodalan. Berdasarkan temuan ini, rekomendasi perbaikan
meliputi pelatihan Good Agricultural Practices (GAP), penguatan kelembagaan
dan jaringan sosial, optimalisasi sistem agroforestri, perbaikan infrastruktur, serta
pengelolaan keuangan dan diversifikasi pendapatan guna meningkatkan
produktivitas kopi secara berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan anggota
KPS.
Description
Validasi file repositori 24 Juli 2026_Firli
