Potential use of marine fungi isolates For diclofenac degradation
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Diclofenac (DCF) merupakan obat antiinflamasi nonsteroid yang umum
digunakan dalam bidang farmasi namun keberadaaanya resisten terhadap proses
pengolahan air limbah konvensional. Keberadaan DCF yang persisten di
lingkungan berpotensi menimbulkan efek berbahaya pada organisme.
Bioremediasi menggunakan marine fungi menjadi alternatif yang potensial untuk
mengurangi cemaran tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi
kemampuan tiga isolat fungi laut dalam mendegradasi DCF pada limbah asal
tempat pengolahan air. Penelitian dilakukan di Flensburg University of Applied
Sciences, Jerman, menggunakan tiga isolat fungi dengan kode 75, 76, dan 78
dikultur dalam media limbah yang ditambahkan DCF, dan kemudian diinkubasi
selama tujuh hari. Analisis mengenai konsentrasi residu DCF dilakukan dengan
metode LC-MS. Hasil menunjukkan bahwa isolat 75 (Absidia cylindrospora)
memiliki kemampuan degradasi paling baik, dengan penurunan konsentrasi DCF
secara signifikan pada hari kelima. Isolat 76 dan 78 (Penicillium sp.)
menunjukkan hasil degradasi yang rendah dan tidak konsisten. Konsentrasi DCF
pada isolat 76 justru mengalami peningkatan selama masa inkubasi, sementara
isolat 78 hanya menunjukkan penurunan di 3 hari pertama. Perlakuan kontrol
tanpa fungi juga menunjukkan fluktuasi konsentrasi yang kemungkinan
disebabkan faktor abiotik atau kesalahan teknis selama perlakuan. Hasil yang
diperoleh dapat memperkuat gagasan bahwa Absidia cylindrospora berpotensi
digunakan dalam bioremediasi senyawa farmasetik seperti DCF
Description
Repo 24 Juli 2026_ Rudy K/ Finalisasi oleh Agus 24 Juli 2026
