Uji Efektivitas Insektisida Nabati Ekstrak Gulma Terhadap Tingkat Mortalitas Hama Ulat Grayak (Spodoptera litura F.)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Pertanian

Abstract

Hama ulat grayak (Spodoptera litura F.) merupakan salah satu hama polifag yang menyebabkan kerugian signifikan pada berbagai jenis tanaman pertanian. Penggunaan insektisida kimia secara luas menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia, mendorong pencarian alternatif yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas insektisida nabati dari ekstrak empat jenis gulma umum, yaitu anting-anting (Acalypha indica L.), pletekan (Ruellia tuberosa L.), kirinyuh (Chromolaena odorata L.), dan babadotan (Ageratum conyzoides L.), dalam mengendalikan larva Spodoptera litura F. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor: jenis gulma (empat taraf) dan konsentrasi ekstrak (tujuh taraf, 0,75% hingga 2%, ditambah perlakuan kontrol). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Parameter yang diamati meliputi mortalitas larva, pembentukan pupa, kemunculan imago, aktivitas makan, serta nilai Lethal Concentration 50 (LC50) dan Lethal Time 50 (LT50) dengan analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua ekstrak insektisida nabati gulma yang diuji secara signifikan mempengaruhi mortalitas larva S. litura dibandingkan dengan kelompok kontrol. Perlakuan B3K6 (ekstrak Chromolaena odorata pada konsentrasi 2%) menunjukkan tingkat mortalitas tertinggi sebesar 56,67% dan nilai LT50 terendah (132,729 JSA), menandakan efektivitas dan kecepatan aksi yang paling baik. Secara umum, peningkatan konsentrasi ekstrak berkorelasi positif dengan peningkatan mortalitas larva. Selain itu, ekstrak gulma juga efektif dalam mengurangi aktivitas makan larva dan menyebabkan abnormalitas pada proses pupasi serta kemunculan imago, termasuk cacat morfologi pada pupa dan ngengat dewasa. Efek insektisidal dan antifeedant ini disebabkan oleh kandungan metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan fenol yang bekerja sebagai racun perut, racun kontak, dan penolak makan.

Description

Finalisasi oleh Agus 22 Juli 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By