Hubungan Pengetahuan Etik dengan Kemampuan Pengambilan Keputusan Etik Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Etik keperawatan merupakan dasar dari pelayanan profesional yang
berfungsi untuk melindungi pasien sekaligus memandu perawat dalam bertindak.
Prinsip etik meliputi autonomy, beneficence, non-maleficence, veracity,
confidentiality, justice, fidelity, dan accountability. Beberapa penelitian di
Indonesia menemukan tingkat pengetahuan etik perawat masih pada level sedang
hingga rendah. Kemampuan pengambilan keputusan etik yang tepat merupakan
kompetensi kritis yang sangat menentukan kualitas pelayanan keperawatan,
pengambilan keputusan yang salah berkontribusi pada terjadinya komplikasi klinis.
Mahasiswa profesi Ners, sebagai calon perawat yang sedang dalam fase transisi
akademik menuju praktik klinis, memiliki peluang besar untuk berhadapan
langsung dengan dilema etik, namun seringkali belum memiliki kesiapan dalam
menghadapinya. Studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di Fakultas
Keperawatan Universitas Jember menemukan bahwa sebagian mahasiswa profesi
Ners masih merasa ragu dalam mengambil keputusan ketika dihadapkan dengan
situasi etik selama praktik klinik. Kondisi ini mendorong peneliti untuk mengkaji
lebih dalam mengenai hubungan antara pengetahuan etik dengan kemampuan
pengambilan keputusan etik pada mahasiswa profesi Ners Fakultas Keperawatan
Universitas Jember.
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif non-eksperimental
korelasional dengan metode cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh
mahasiswa profesi Ners angkatan 35 dan 36 Fakultas Keperawatan Universitas
Jember, dengan total 195 mahasiswa menggunakan metode total sampling. Kriteria
inklusi meliputi mahasiswa aktif program profesi Ners yang telah menempuh
praktik klinik minimal enam bulan dan bersedia menjadi responden dengan
menandatangani informed consent. Pengumpulan data dilakukan secara daring
melalui Google Form menggunakan dua instrumen yang telah divalidasi, yaitu
Kuesioner Pengetahuan Prinsip Etik Keperawatan yang diadaptasi dari Ginting
(2019) serta Ethical Decision-Making Competence Scale (EDM-CS) yang
dikembangkan oleh Pai (2024). Analisis data menggunakan analisis univariat dan
analisis bivariat dan menggunakan uji korelasi Spearman.
Karakteristik responden mayoritas berjenis kelamin perempuan, seluruh
responden telah menjalani praktik klinik lebih dari enam bulan, dan sebagian besar
pernah menghadapi dilema etik selama praktik. Hasil tingkat pengetahuan etik
menunjukkan mayoritas mahasiswa berada pada kategori sangat baik, dengan
distribusi berdasarkan tujuh prinsip menunjukkan prinsip fidelity memiliki capaian
sangat baik tertinggi, sementara prinsip autonomy memiliki proporsi pengetahuan
cukup dan kurang yang paling menonjol. Hasil kemampuan pengambilan keputusan
etik menunjukkan mayoritas mahasiswa berada pada kategori sedang. Berdasarkan
empat tahapan pengambilan keputusan etik, dimensi ethical action memiliki
proporsi kategori tinggi terbesar, sementara dimensi ethical judgment dan ethical
motivation masih didominasi kategori sedang. Hasil uji korelasi Spearman Rho
menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan positif antara pengetahuan etik
dengan kemampuan pengambilan keputusan etik (r = 0,168, p = 0,019), dengan
kekuatan hubungan yang sangat lemah. Hasil ini mengindikasikan bahwa
pengetahuan etik bukan satu-satunya penentu kemampuan pengambilan keputusan
etik. Faktor-faktor lain seperti iklim etik institusi, hierarki dalam praktik klinik, dan
kesenjangan antara teori dengan praktik turut berkontribusi secara signifikan.
Temuan ini diharapkan menjadi landasan pengembangan kurikulum pendidikan
keperawatan yang lebih komprehensif, dengan mengintegrasikan metode
pembelajaran berbasis pengalaman seperti simulasi skenario etik dan diskusi kasus
klinis.
Description
Validasi file repositori 22 Juli 2026_Firli
