Konsumsi Makanan, Status Gizi, dan Kejadian Hipertensi Gestasional (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbersari Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2023 menunjukkan bahwa Kabupaten Jember termasuk dalam tiga kabupaten tertinggi se-Jawa Timur dengan kematian ibu yang disebabkan oleh hipertensi dalam kehamilan pada tahun 2023. Dinas Kesehatan Kabupaten Jember pada bulan Januari-September 2022 menunjukkan bahwa Kecamatan Sumbersari menduduki posisi pertama dengan jumlah tertinggi ibu hamil preeklamsia/eklamsia. Beberapa penelitian telah mencoba untuk mencari faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi gestasional. Dua diantara faktor risiko tersebut adalah konsumsi makanan dan status gizi. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif yang dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbersari mulai bulan Oktober 2025 – November 2025. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 20 ibu hamil hipertensi gestasional yang diambil menggunakan teknik total sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah konsumsi makanan, status gizi,dan tekanan darah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah survei konsumsi SQ-FFQ dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini diperoleh karakteristik responden sebagian besar ibu hamil hipertensi gestasional berusia 20-35 tahun (55%), pendidikan terakhir tamat SMA/SMK/MA/sederajat (35%), dan sebagian besar merupakan ibu rumah tangga (80%). Pendapatan rumah tangga sebagian besar responden adalah ≤ Rp. UMK Kab.Jember (Rp 2.838.642) yaitu sebesar 55%. Berdasarkan paritas/jumlah anak sebagian besar responden memiliki anak ≤3 (75%). Kemudian asupan konsumsi makanan karbohidrat, protein, lemak, dan natrium responden dibagi menjadi dua, yaitu estimasi rata-rata berat bahan makanan dan estimasi rata-rata asupan zat gizi makanan per hari berdasarkan kategori hipertensi gestasional. Hasil dari estimasi rata-rata berat bahan makanan di setiap sumber zat gizi berbeda-beda berdasarkan kategori hipertensi gestasional. Sementara itu, estimasi rata-rata asupan zat gizi karbohidrat pada kategori hipertensi ringan, sedang, dan berat masih kurang dari angka kecukupan gizi (380-400 g/hari). Estimasi rata-rata asupan zat gizi protein pada kategori hipertensi ringan dan berat sudah sesuai angka kecukupan gizi, akan tetapi pada kategori hipertensi sedang rata-rata asupan protein masih kurang dari angka kecukupan gizi (70-90 g/hari). Estimasi rata-rata asupan zat gizi lemak pada kategori hipertensi ringan dan berat melebihi angka kecukupan gizi, serta pada kategori hipertensi sedang rata-rata asupan lemak masih kurang dari angka kecukupan gizi (62,3-67,3 g/hari). Estimasi rata-rata asupan zat gizi natrium pada kategori hipertensi ringan, sedang, dan berat melebihi angka kecukupan gizi (1500 mg/hari). Status gizi ibu hamil dapat digambarkan melalui IMT sebelum hamil. Pada penelitian ini kategori IMT ibu sebelum hamil dan total penambahan berat badan ibu hamil ditabulasi silang dengan kategori hipertensi gestasional. Sebagian besar responden masuk ke dalam kelompok IMT dengan status gemuk yang mengalami hipertensi gestasional berat, yaitu sebanyak 4 responden. Selain itu, dalam penelitian ini diketahui juga responden dengan status gizi ringan dan normal mengalami hipertensi gestasional. dikarenakan status gizi bukan satu-satunya faktor atau penyebab terjadinya hipertensi. Adanya kejadian hipertensi gestasional di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbersari dapat meningkatkan kesadaran akan pentingya konsumsi makanan sehari-hari bagi masyarakat maupun instansi terkait agar tidak menimbulkan masalah kesehatan. Peningkatan kesadaran masyarakat terkait hipertensi, konsumsi makanan, dan status gizi dapat dilakukan melalui sosialisasi maupun skrining sehingga masalah kesehatan dapat dicegah sedini mungkin.

Description

Validasi file repositori 22 Juli 2026_Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By