Profil Implementasi Evidence Based Practice pada Perawat Klinis di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Daerah Dr. Soebandi Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai implementasi Evidence Based Practice (EBP) pada perawat klinis di ruang rawat inap Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi Jember. EBP merupakan pendekatan pelayanan kesehatan yang mengintegrasikan bukti ilmiah terkini, pengalaman klinis, dan preferensi pasien dalam pengambilan keputusan keperawatan. Penerapan EBP sangat penting untuk meningkatkan mutu pelayanan, keselamatan pasien, dan efektivitas asuhan keperawatan. Implementasi EBP di Indonesia masih menghadapi berbagai hambatan, seperti keterbatasan waktu, rendahnya motivasi, kurangnya akses terhadap literatur ilmiah, dan budaya kerja yang masih berorientasi pada praktik konvensional. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran implementasi EBP pada perawat serta hubungan faktor demografi dengan penerapan EBP. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 191 perawat klinis yang bekerja di ruang rawat inap RSD dr. Soebandi Jember. Pengumpulan data menggunakan instrumen Evidence-Based Practice Questionnaire (EBPQ) versi Indonesia yang mengukur empat komponen utama EBP, yaitu praktik, sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan, berpendidikan S1/Ners, dan memiliki masa kerja lebih dari 10 tahun. Komponen pengetahuan dan keterampilan memperoleh skor tertinggi, yang menunjukkan bahwa perawat telah memiliki pemahaman dan kemampuan teknis yang baik dalam mencari serta menilai literatur ilmiah. Akan tetapi, komponen sikap memperoleh skor terendah, terutama pada aspek motivasi untuk mengubah praktik klinis berdasarkan bukti terbaru. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia dan masa kerja dengan implementasi EBP. Perawat yang lebih muda dan memiliki masa kerja kurang dari lima tahun menunjukkan tingkat implementasi EBP yang lebih tinggi dibandingkan perawat senior. Selain itu, terdapat perbedaan implementasi EBP berdasarkan jenis kelamin, namun tidak terdapat perbedaan signifikan berdasarkan tingkat pendidikan maupun jabatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi EBP pada perawat klinis masih memerlukan peningkatan, khususnya pada aspek sikap dan motivasi. Rumah sakit diharapkan dapat membangun budaya organisasi yang mendukung inovasi, menyediakan pelatihan EBP secara berkelanjutan, serta meningkatkan dukungan manajerial agar praktik berbasis bukti dapat diterapkan secara optimal dalam pelayanan keperawatan.

Description

Validasi file repositori 21 Juli 2026_Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By