Pengaruh Waktu Roasting Terhadap Kandungan Zat Kafein dan Asam Klorogenat pada Ekstrak Biji Kopi Robusta (Coffea canephora) sebagai Buku Ilmiah Populer
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Tanaman kopi (Coffea sp.) adalah komoditas yang diminati di Indonesia,
terutama di wilayah pegunungan dengan iklim tropis yang cocok sebagai habitat
tanaman kopi. Salah satu wilayah yang cocok ditanami dengan tanaman kopi adalah
pegunungan Argopuro. Eksistensi minuman kopi juga mendukung industri ini
untuk semakin berkembang, sehingga dibutuhkannya edukasi lebih lanjut untuk
barista dan konsumen. Pegunungan Argopuro memiliki tinggi yang mendukung
untuk ditanami tanaman kopi dengan jenis robusta (Coffea canephora), yakni
dengan ketinggian sekitar 400-1000 mdpl.
Kopi robusta (Coffea canephora) memiliki berbagai kandungan tertentu
yang berpengaruh pada tubuh, di antaranya adalah kafein dan asam klorogenat acid.
Kafein memiliki manfaat sebagai SSP (Stimulan Saraf Pusat) dan asam klorogenat
memiliki manfaat menurunkan berat badan dan mencegah diabetes. Untuk
mengetahui kandungan zat tersebut pada kopi yang dikonsumsi sehari hari, maka
diperlukannya uji kandungan terhadap perbedaan waktu roasting. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu roasting terhadap kandungan zat
kafein dan asam klorogenat acid pada biji kopi robusta dan memanfaatkannya
sebagai Buku Ilmiah Populer yang teruji valid.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan menguji
kopi menggunakan tiga jenis waktu roasting, yakni 9 menit, 11 menit, dan 13 menit.
Selanjutnya biji kopi yang telah di roasting dihaluskan menggunakan grinder
Simonelli MDJ dengan grind size 2. Hasil penggilingan dimasukkan ke dalam
kertas saring sebanyak 50gr dan kemudian dijahit menggunakan benang.
Selanjutnya, dilakukan ekstraksi menggunakan sokletasi sebanyak 9 siklus. Suhu
yang digunakan pada saat sokletasi adalah 105oC. Ekstrak yang didapat dari hasil
sokletasi diuji kandungannya menggunakan Spektrofotometer UV-VIS di
Laboratorium CDAST dengan panjang gelombang 273 nm untuk menguji kafein
dan 330nm untuk menguji asam klorogenat. Setelah data didapatkan, dilanjutkan
dengan validasi data menggunakan uji SPSS metode RAL (Rancangan Acak
Lengkap) uji One Way ANOVA dengan post-hoc test LSD. Perbedaan waktu roasting memiliki pengaruh kepada kedua zat yang diuji,
yakni kafein dan asam klorogenat. Pada zat kafein, ditemukan bahwa kandungan
kafein menurun pada hasil roasting 13 menit. Hal ini dikarenakan selama proses
penyangraian, kafein mengalami penguapan dan berubah menjadi beberapa
komponen kimia lainnya (aldehida, furfural, keton, alkohol, ester, asam format, dan
asam setat). Selanjutnya, pada uji SPSS menggunakan One Way ANOVA, hasil
yang didapat menunjukkan taraf alpha dibawah 0.05, sehingga dapat diketahui
bahwa tidak ada pengaruh signifikan. Hal ini dikarenakan sifat kafein yang
cenderung stabil pada pemanasan meskipun mengalami sedikit penguapan pada
suhu dan waktu tertentu. Selanjutnya pada asam klorogenat diketahui bahwa pada
hasil roasting 13 menit menunjukkan penurunan. Hal ini dikarenakan pemanasan
dapat menyebabkan degradasi polifenol pada biji kopi, sehingga asam klorogenat
dapat menguap dan tidak stabil. Hasil pada uji ANOVA juga menunjukkan bahwa
adanya pengaruh signifikan terhadap kandungan asam klorogenat.
Penelitian yang telah dilakukan kemudian dikembangkan menjadi Buku
Ilmiah Populer dengan judul “Kopi Robusta (Coffea canephora), Rahasia Kafein
dan Asam Klorogenat di Setiap Tingkat Roasting”. Buku tersebut selanjutnya
divalidasi oleh dosen ahli media, 2 dosen ahli materi, dan tiga pengguna. Hasil
validasi menunjukkan bahwa rerata skor tingkat persetujuan mencapai 90,3%.
Angka tersebut telah melebihi standar kelayakan, yakni minimal 85%, sehingga
dapat disimpulkan bahwa buku tersebut telah valid dan dapat digunakan sebagai
sumber rujukan bagi penelitian lainnya.
Description
Reupload file repository 3 Februari 2026_Ratna
