Jaringan Pemasaran Pelaku Home Industri Gula Merah Tebu Desa Slumbung Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract

Penelitian ini membahas jaringan pemasaran industri rumahan tebu merah di Desa Slumbung, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Penelitian ini dimotivasi oleh masalah rendahnya efisiensi pemasaran tebu merah, yang masih berpusat pada perantara. Teori kekuatan ikatan lemah menyatakan bahwa ikatan lemah dalam jaringan sosial dapat lebih bermanfaat daripada hubungan dengan ikatan kuat dalam kondisi tertentu yang sering digunakan untuk mencari peluang kerja (Granovetter, 1973). Pemasaran hanya berpusat pada perantara dan belum terdistribusi secara merata. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan menganalisis jaringan pemasaran tebu merah di Desa Slumbung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan pemilik pabrik, perantara, dan kepala desa. Analisis jaringan pemasaran digunakan untuk memetakan struktur hubungan dan menentukan peran aktor dalam proses pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan pemasaran terpusat pada perantara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jaringan pemasaran gula merah di Desa Slumbung dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut: Pertama, rasa aman yang ditunjukkan dengan tidak adanya kekhawatiran di antara pengusaha dan tengkulak karena berapa pun banyaknya gula yang diproduksi, tetap akan diserap oleh tengkulak. Kedua, tingkat kepercayaan yang tinggi bahwa produksi gula berkualitas baik maupun buruk akan tetap diserap oleh tengkulak. Ketiga, hubungan kekerabatan yang dekat antara pengusaha dan tengkulak, yang menyebabkan ketidaknyamanan dalam negosiasi harga. Keempat, adanya pinjaman modal yang diberikan oleh tengkulak, sehingga produsen harus terus menjual barang mereka kepada tengkulak, yang mencegah produsen menetapkan harga tinggi. Kelima, terdapat kurangnya akses terhadap informasi pasar. Keterbatasan akses terhadap informasi pasar mengakibatkan pemasaran yang suboptimal dan kurangnya persaingan harga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan jaringan pemasaran membutuhkan perluasan hubungan, pelatihan pasar online, dan dukungan dari pemerintah desa atau daerah setempat.

Description

Approved by Teddy

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By